Jadi Andalan UMKM, BPR-BPRS Semakin Tumbuh Pesat

TrubusNews
Thomas Aquinus
17 Juli 2019   15:30 WIB

Komentar
Jadi Andalan UMKM, BPR-BPRS Semakin Tumbuh Pesat

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) menyediakan produk keuangan serupa dengan bank konvensional lain. Ternyata BPR memiliki penetrasi yang lebih baik dibandingkan dengan perbankan lain khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Seiring dengan persaingan dunia perbankan yang kian ketat, BPR – BPRS sepertinya tidak akan luntur serta masih menjadi salah satu perbankan yang diminati masyarakat.

“Karakteristik BPR – BPRS yang memiliki kemudahan dalam penyaluran kredit dan keunikan dalam menghimpun dana masyarakat dibandingkan dengan bank konvensional lain menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga, BPR–BPRS masih diminati,” ujar Ketua Umum DPP Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarind), Joko Suyanto, via rilis, Rabu (17/7).

Baca Lainnya : Bank Wakaf Mikro Bawa Angin Segar Inklusi Keuangan Mikro

Industri BPR – BPRS yang mengalami pertumbuhan pesat saat ini menunjukkan bahwa jangkauan pelayanan BPR-BPRS semakin luas dan semakin dibutuhkan oleh masyarakat. 

Seperti perkembangan teknologi informasi, pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan mikro baru, perubahan tingkat pendapatan masyarakat, perkembangan perekonomian dan tuntutan pelayanan perbankan yang lebih baik dari masyarakat.

BPR – BPRS dihadapkan dengan persaingan yang lebih kompetitif khususnya dalam melayani UMKM. Hal tersebut terlihat dari hasil kinerja pada April tahun 2019, Aset Industri BPR tumbuh sebesar 7,52% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp137 triliun.

Baca Lainnya : Usai Akuisisi, Perusahaan Teknologi Ini Akan Rambah Sektor Keuangan Mikro dan Asuransi

Pertumbuhan tersebut ditopang karena tumbuhnya penyaluran kredit yang dilakukan oleh industri BPR yaitu mencapai Rp103 triliun atau tumbuh sebesar 10,84% dibandingkan posisi setahun sebelumnya.

Sebagai lembaga intermediasi, BPR juga mampu menghimpun dana masyarakat dengan baik. Hal ini terlihat dari jumlah dana masyarakat yang dihimpun dari sisi deposito maupun tabungan masing-masing tumbuh sebesar 7,39% dan 8,39% menjadi Rp64 triliun untuk deposito dan Rp29 triliun untuk tabungan.

Selain itu, hal yang menggembirakan jumlah nasabah yang dilayani mencapai 17,9 juta rekening, nasabah tersebut didominasi oleh penabung sebanyak 13,5 juta rekening dan rata–rata jumlah tabungannya sebesar Rp2 juta. Sedangkan nasabah debitur sebanyak 3,8 juta rekening dan rata–rata pinjamannya adalah Rp27 juta.

Baca Lainnya : Bunga KUR Rendah Persempit Penyaluran Kredit Koperasi

Hal ini tentunya mencerminkan industri BPR – BPRS memang hadir untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Walaupun demikian, tingkat pengenalan masyarakat terhadap BPR – BPRS masih dirasakan sangat kurang dan terkesan di masyarakat BPR-BPRS hanya untuk meminjam uang.

Untuk itu, perlu ada sebuah momentum untuk meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap Perbankan khususnya Industri BPR–BPRS. “Sehingga penting dan strategis menyelenggarakan hari BPR-BPRS. Hari BPR-BPRS sendiri jatuh pada 20 Mei lalu,” ungkapnya dikutip Fajar. [NN]

 
 

  5


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kemendes PDTT Bagikan 7.021 Sertifikat Kepada Warga Transmigran

Pendampingan   13 Des 2019 - 08:55 WIB
Bagikan: