DKI Jakarta Latih Karang Taruna Kembangkan Agrowisata Pertanian Perkotaan

TrubusNews
Thomas Aquinus
12 Juli 2019   17:30 WIB

Komentar
DKI Jakarta Latih Karang Taruna Kembangkan Agrowisata Pertanian Perkotaan

Ilustrasi kawasan agrowisata (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan pelatihan kepada para penggiat karang taruna dan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di wilayahnya dalam rangka mengembangkan agrowisata di lahan pertanian perkotaan.

Pelatihan yang diikuti sekitar 20-an peserta dari Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu tersebut mengikuti praktik secara langsung agrowisata di Kebun Cagar Buah Condet di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (12/7).

Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Taufik Yulianto mengungkapkan, materi yang diberikan yaitu perawatan tanaman hingga pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung menjadi yang diajarkan di kebun agrowisata andalan Pemprov DKI Jakarta itu.

Baca Lainnya : Warga Desa Idamkan Dana Desa Bangun Agrowisata Bono Park

"Tak hanya itu, mereka juga diajarkan bagaimana memaksimalkan lahan pertanian mereka agar menarik sebagai potensi agrowisata," ujarnya usai memberikan materi pelatihan.

Dikatakan Taufik, lahan yang sempit bukan tidak mungkin memiliki potensi wisata pertanian.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Herdian Satria, praktisi agrowisata dari Fruitable Farm Bogor yang menjadi pemateri pelatihan. Herdian mengatakan, optimalisasi pertanian perkotaan untuk agrowisata bisa dilakukan dengan pengemasan yang menarik, seperti dengan membuat mural (lukisan dinding) dan hiasan-hiasan yang instagramable.

"Sekarang orang lebih tertarik lebih dahulu pada sesuatu yang bagus dipotret untuk didokumentasikan,"  ujarnya.

Baca Lainnya : Geopark Dunia Agrowisata Sukabumi Diupayakan Dapat Meningkatkan Perekonomian Petani

Setelah banyak wisatawan yang datang karena instagramable, lanjut dia, baru konten edukasi soal pertanian bisa disampaikan.

"Yang penting bikin orang tertarik untuk datang terlebih dahulu," ujarnya.

Dan tentunya, kata dia, agrowisata lahan perkotaan ini harus selalu siap ada atraksi panen buah maupun sayur sebagai komoditas wisata utama.

"Saat ini banyak jenis teknik pertanian di lahan terbatas perkotaan yang telah terbukti memiliki daya magnet bagi wisatawan," kata dia.

Herdian mencontohkan sejumlah pilihan teknik pertanian, seperti hidroponik, aquaponik, tanam buah dalam pot (Tabulampot), kebun vertikal dan terakhir yang sedang ramai dibicarakan yaitu teknik microgreen (memanen aneka tanaman sayur berumur muda).

Baca Lainnya : Sejumlah Pemuda Lakukan Pendampingan Pertanian di Desa Agrowisata Detusoko

Salah satu peserta, Apit Kurniawan dari RPTRA Karanganyar Jakarta Pusat mengungkapkan, pelatihan agrowisata membuka dirinya untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya.

"Ini akan menjadi motivasi bagi para pemuda di daerah saya untuk memaksimalkan lahan terbatas yang ada," ujarnya yang berharap pertanian perkotaan dapat menghasilkan tambahan. [NN]

  2


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: