Kota Pariaman Targetkan Angkat Kembali Batik Tanah Liat Sampan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
08 Juli 2019   15:30

Komentar
Kota Pariaman Targetkan Angkat Kembali Batik Tanah Liat Sampan

Ilustrasi batik (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menargetkan akan kembali mengangkat batik tanah liat sampan yang diklaim dibawa oleh saudagar asal Jawa ke daerah itu pada 1946.

"Nanti kami buat aturannya yang mewajibkan ASN dan pegawai lainnya di Pariaman mengenakan batik ini minimal sekali seminggu," ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Senin (8/7).

Namun dikatakannya, sebelum memberlakukan aturan tersebut pihaknya akan terlebih dahulu menyiapkan desainnya sehingga motifnya dapat diterima oleh masyarakat luas.

Baca Lainnya : Kementerian Perindustrian Dorong IKM Batik Ujung Tombak Ekonomi Kerakyatan

Dirinya menyampaikan dengan menerapkan aturan tersebut, diupayakan batik yang pernah terangkat sekitar 2012 tersebut dapat diterima masyarakat dengan motif khas Pariaman.

Dijelaskannya, di daerah tersebut terdapat 20 rumah perajin batik yang berpusat di Dusun Sampan, Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan yang dapat memproduksi batik dengan motif berbeda dari daerah lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit mengatakan sebelumnya batik yang berada di daerah itu dikenal dengan nama batik tanah liat. 

"Namun sekarang kami ubah namanya menjadi batik sampan," ujarnya. 

Baca Lainnya : Bekraf Dampingi 100 Pembatik Peroleh Sertifikasi Profesi

Ia mengatakan pihaknya akan menyelenggarakan lomba mendesain motif batik sampan pada Oktober 2019 sedangkan pengenalan awal akan dilakukan pada. 

Dengan persiapan yang dilakukan serta aturan yang akan dibuat, lanjutnya maka perajin dapat lebih produktif karena selama ini kesulitan memasarkan karyanya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat membuka Pariaman Expo 2019 menekankan agar Pemkot Pariaman mengutamakan menggunakan batik di daerah itu sehingga dikenal oleh masyarakat luas.

"Kalau bukan kita yang membeli karya perajin daerah ini, siapa lagi," ujarnya seperti dilansir Antaranews. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: