Menteri Desa Klaim Telah Angkat 6.500 Desa Tertinggal

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
05 Juli 2019   07:00

Komentar
Menteri Desa Klaim Telah Angkat 6.500 Desa Tertinggal

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengungkapkan hingga saat ini pihaknya telah mengentaskan setidaknya 6.500 desa tertinggal.

"Dari sensus data BPS awal tahun lalu, kami berhasil mengentaskan 6.500 desa tertinggal dari target 5.000 desa," ujarnya di sela workshop "Pengawasan Program Inovasi Desa" di Jakarta, Kamis (4/7).

Dikatakan Eko, Kemendes PDTT sebelumnya ditargetkan mengentaskan sebanyak 5.000 desa tertinggal dan menciptakan 2.000 desa mandiri hingga akhir periode lima tahun ini.

Baca Lainnya : Pembangunan Desa Harus Ditingkatkan Agar Desa Bisa Setara dengan Perkotaan

Berdasarkan sensus data BPS tersebut, artinya, kata dia, Kemendes PDTT telah melampaui target pengentasan desa tertinggal itu, termasuk penciptaan desa mandiri yang kini mencakup 2.700 desa.

Capaian lainnya yaitu pengangguran terbuka di desa yang semakin sedikit, kemudian pendapatan per kapita masyarakat desa selama empat tahun belakangan naik hingga 50 persen.

Angka "stunting", lanjut dia, juga turun dari sebelumnya 37,2 persen menjadi 30,7 persen, dan jika upaya bisa dilaksanakan secara konsisten maka kurang dari 10 tahun bisa bebas dari "stunting".

Eko juga mengakui pekerjaan rumah (PR) yang dihadapi kementerian itu masih sangat banyak karena pengembangan desa tidaklah mudah. Salah satunya adalah faktor pendidikan masyarakat desa.

Baca Lainnya : Sektor Wisata Wujudkan Desa Pesat dalam Perekonomian

"Kendalanya, pertama 'education'. Rata-rata masyarakat desa kan tamatan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)," katanya.

Kedua, perlunya pendampingan agar program pengembangan desa berjalan, termasuk perlunya dukungan berbagai pihak untuk ikut mendampingi.

Jumlah desa di Indonesia yang sangat banyak, mencapai 74.957 desa sehingga perlu peran serta banyak pihak, termasuk perguruan tinggi untuk ikut menggarap beraama.

"Kami bikin Fortides (Forum Perguruan Tinggi Untuk Desa) yang anggotanya 100 universitas. Tahun lalu, mereka ngirim 75.000 mahasiswa untuk kuliah kerja nyata (KKN) tematik," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: