Baru 8 Juta UMKM yang Go Online, Platform e-Commerce Harus Berikan Data Karakteristik Tren

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
01 Juli 2019   19:00

Komentar
Baru 8 Juta UMKM yang Go Online, Platform e-Commerce Harus Berikan Data Karakteristik Tren

Ilustrasi UMKM go online (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang belum bergabung dengan e-commerce

Dikatakannya, dari 58 juta UMKM yang ada di Indonesia, UMKM yang bergabung dengan e-commerce baru sebanyak 8 juta. Angka ini setara dengan 14%.

"Targetnya kan sudah [tercapai] 8 juta kemarin. Di platform itu sudah melebihi. Tapi kan jumlah UMKM kita banyak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 58 juta. Tapi kita baru 8 jutaan lebih sekarang ini," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Fasilitasi UMKM Go Online dengan Shopee, Senin (1/7).

Sebelumnya, Kominfo sudah menginisiasi Program UMKM Go Online sejak setahun lalu. Adapun market place yang sudah digandeng diantaranya, Tokopedia, Bukalapak, Blibli.com, Blanja.com dan Shopee. Kerja sama ini dilakukan guna menambah banyak jumlah UMKM yang menjual dagangannya via e-commerce

Baca Lainnya : Hari UMKM Internasional Sebagai Wujud Nyata Perhatian Dunia

"Mereka (e-commerce)] punya program yang terkait UMKM Go Online. Kami beri bantuan memperkenalkan dengan pemda-pemda, misalnya," kata Samuel.

Namun Samuel mengakui, Go Online saja tidak cukup. Menurutnya, e-commerce harus mampu membuat produk-produk lokal meningkatkan penjualannya. Salah satu caranya, menurut Samuel adalah dengan membagikan data tren produk apa yang dicari pembeli. Sehingga produk tersebut bisa disediakan oleh pelaku usaha. 

"Yang namanya platform kan punya data base (big data), bagaimana sih karakteristik tren kali ini. Jangan produk yang tidak disukai terus diproduksi akhirnya tidak bisa dijual," kata Samuel.

Baca Lainnya : UMKM Kuliner Berhasil Angkat Permintaan Nasional Tepung Terigu

Dikatakannya, tren penjualan di e-commerce saat ini dari waktu ke waktu semakin mudah. Bahkan, seorang kurator/agregator bisa menjual barang tanpa memproduksi barangnya. Kesulitan yang ada di industri e-commerce saat ini adalah persaingan. 

"Yang susah menurut saya memang persaingannya makin besar. Makanya perlu data-data tambahan kepada UMKM supaya mereka bisa bersaing lebih bagus di dalam marketnya. Itu harus ada feedback dari platform. Platform memberikan," katanya.

Samuel mengakui hingga saat ini belum ada platform e-commerce yang memberikan data kepada pelaku usaha terdaftar. Padahal, kata Samuel, platform juga memiliki kepentingan. Hal itu sudah dilakukan market place di negara-negara lain. Menurut Samuel, Indonesia harus mampu menjadi seperti negara-negara tersebut.

Baca Lainnya : Pelaku UMKM Jawa Timur, Hadirkan Kerajinan Tangan Berbahan Dasar Bebatuan di PRJ

"Sales terjadi di platformnya, untuk sales bisa terjadi harus ada produk-produk yang disukai oleh komunitasnya. Yang tahu belanja di komunitas ini kan mereka [platform] seleranya bagaimana," pungkasnya dilansir dari cnbcindonesia. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: