Jokowi: Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Elemen Penting Capai SDGs

TrubusNews
Thomas Aquinus
30 Juni 2019   17:00 WIB

Komentar
Jokowi: Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Elemen Penting Capai SDGs

Presiden Joko Widodo saat menghadiri G20 di Osaka, Jepang (Foto : Dok Biro Humas Setkab)

Trubus.id -- Pada pertemuan KTT G20 di Osakam Presiden Joko Widodo mengangkat isu terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan saat berbicara pada Sesi III dengan tema Addressing Inequalities and Realizing an Inclusive and Sustainable World.

“Kita semua paham bahwa akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan merupakan elemen penting untuk mencapai target 'Sustainable Development Goals'. Dan itu memerlukan kerja sama kita semua,” ujar Presiden di depan para pemimpin negara anggota G20 di Osaka Jepang, Sabtu (29/6).

Presiden menegaskan terkait dengan pendidikan diperlukan penyesuaian sistem pendidikan yang menurutnya masih mengikuti pola pendidikan yang lama.  Menurutnya, di era digital seperti sekarang ini, perlu adanya perubahan terkait pola mental dan pola pergaulan anak-anak di abad ke-21.

Baca Lainnya : Mendag: Pertukaran Data G20 Harus Beri Manfaat Bagi UMKM

Jokowi mengatakan, anak anak sekarang hidup di era YouTube Video yang rata-rata durasinya hanya 12 menit, di eranya Instagram Video atau Twitter Video yang rata-rata panjangnya 6 menit atau bahkan sependek 1 menit.

"Dulu, anak-anak bergaul dengan misalnya naik sepeda bersama, sekarang anak kita bergaul dengan ramai-ramai main video game 'Massive Multi-Player Online Game' seperti Fortnite dan Minecraft,” kata Presiden seperti disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Sementara itu, terkait dengan partisipasi perempuan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa peran perempuan di dalam ekonomi, politik dan kehidupan bermasyarakat masih jauh dari potensi yang ada. Menurutnya, di era berbagai tren yang dipicu digitalisasi dan globalisasi, wanita bisa lebih unggul daripada pria.

Baca Lainnya : Di Jepang, Mentan Amran Ajak Forum G20 Perhatikan Petani Kecil dan Generasi Muda

“Perempuan lebih rajin, lebih tekun, lebih detail, lebih sabar, dan lebih team-work daripada kita. Karena e-Commerce dan teknologi membutuhkan karakter seperti itu, sehingga meningkatkan partisipasi perempuan dalam bisnis, ekonomi dan politik otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional di era digital,” jelasnya.

Presiden Jokowi mengatakan, mengingat Indonesia memperoleh bonus demografi maka pemerintahannya akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Indonesia, yang menurut Presiden, memiliki 68,6 persen atau sekitar 181,3 juta orang berada pada usia produktif.

“Agar penduduk usia produktif tersebut menjadi bonus demografi diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Baca Lainnya : Kehadiran Kementan RI Dinantikan saat Pertemuan Menteri Pertanian Negara G20

Selain itu di tingkat kawasan, Presiden juga menyampaikan bahwa para pemimpin ASEAN baru saja mengadopsi “ASEAN Outlook on Indo-Pacific” yang berisi sikap, cara pandang dan kesiapan ASEAN untuk bekerja sama dengan pihak manapun.

Ini merupakan kontribusi ASEAN bagi upaya menjaga stabilitas dan perdamaian serta menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan.

“Kerja sama jelas diperlukan, pertama untuk memecahkan masalah sumber pendanaan yang tidak hanya dari pemerintah, tapi dari swasta, melalui inovasi keuangan seperti 'blended finance'. Kedua, kerja sama dalam sertifikasi keahlian atau standar kompetensi. Semakin sertifikasi dapat diterima secara regional, akhirnya secara internasional semakin besar manfaat dari pelatihan vokasi dan keterampilan praktis buat pekerja kita,” terang Jokowi dikutip dari Biro Humas Setkab. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: