Tinggalkan Game Online, Remaja 16 Tahun Ini Raup Rp25 Juta per Bulan dari Ikan Cupang

TrubusPreneur
By Syahroni | Followers 2
27 Juni 2019   20:30

Komentar
Tinggalkan Game Online, Remaja 16 Tahun Ini Raup Rp25 Juta per Bulan dari Ikan Cupang

Ales saat menyeleksi ikan cupang hasil ternakannya di farm Cupang Babe. (Foto : Trubus.id/ M Iman Putra Perkasa)

Trubus.id -- Tidak semua orang bisa meraih kesuksesan di usia remaja. Namun demikian, bukan berarti hal itu tidak mungkin terjadi. Keinginan yang kuat serta kerja keras adalah salah satu kunci meraihnya.

Hal itu lah yang telah dibuktikan seorang remaja bernama Alessandro Susanto. Berkat keinginan yang kuat dan kerja kerasnya, siswa kelas 2 di SMA Atisa Dipamkara, Lipo Karawaci, Tangerang ini berhasil mampu meraup keuntungan Rp 15- 25 juta per bulan dari bisnis ikan cupang yang ia lakoni saat ini. 

Kisah sukses putra pasangan Budi Susanto dan Ng Lusi ini bermula dari teguran sang ayah yang kerap melihatnya main game online ketika ia masih duduk di bangku SMP. Teguran itu pun sangat berbekas di ingatan Ales, sapaan akrab Alessandro. 

"Papa bilang, dari pada main game lebih baik melakukan hal lain yang lebih berguna, apalagi bisa menghasilkan uang," terang Ales kepada Trubus.id ketika disambangi di kediamannya perumahan Taman Ubud Asri, Binong, Kecamatan Curug, Tangerang, Banten.

Sejak saat itu, Ales bangkit. Game online yang biasa menyita waktunya mulai ia tinggalkan. Di saat bersaman, kecintaannya pada ikan cupang muncul kembali. Dengan uang jajannya, ia membeli beberapa ikan cupang seharga Rp5 ribu. Ikan pilihan Ales ternyata menarik minat penghobi lain. Ikan itu kemudian berhasil ia jual seharga Rp20 ribu.

Melihat ada peluang dalam bisnis ikan cupang, Ales semakin bersemangat. Cupang-cupang impor kemudian dijadikan target penjualan berikutnya. Maklum saja, ikan cupang impor dikenal memiliki kualitas yang cukup baik sehingga harganya masih cukup tinggi.

Namun demikian aral merintang. Kendala modal yang jadi halangan. Ales sendiri pernah mengutarakan niatnya untuk meminjam modal pada ayahnya. Namun saat itu sang ayah belum mau membantunya. 

"Anak seusia Ales (SMP-red) minta modal jutaan untuk cupang, saya juga kan belum berani. Yah takut ditipu atau gimana kan," terang Budi Susanto, ayah Ales di kesempatan yang sama.

Namun demikian Ales tak menyerah. Hingga suatu hari ia mengejutkan sang ayah. Beberapa ekor ikan cupang tiba-tiba diantar ke rumah mereka. Yang mengejutkan, ikan-ikan tersebut ternyata dikirim dari luar negeri. 

"Kita kaget kan, tiba-tiba ada ikan impor datang. Saya bingung dari mana dia (Ales) dapat uang untuk membeli ikan-ikan itu," terang Budi lagi.

Kedua orang tua Ales kemudian menanyakan hal itu pada anak mereka. Saat itu lah Ales menceritakan trik bisnisnya yang membuat kedua orang tuanya tercengang.

"Aku dulu awal masukin ikan impor pakai sistem PO (Pre Order/pesan bayar). Jadi modal separuhnya sudah ada untuk uang muka. Setelah ikan sampai baru dilunasi oleh orang-orang yang sudah pesan," terang Ales.

Kepiawaian Ales melihat peluang ini akhirnya membuat sang ayah luluh. Dampaknya, ia dapat dukungan penuh. Sang ayah kemudian mendorong Ales untuk mengembangkan usahanya dengan cara budidaya ikan cupang dan memasarkannya di akun instagram @babehfarm_tangerang. 

Meski kini sibuk dengan usahanya mengelola peternakan ikan di bawah bendera Cupang Babe, Ales tetap fokus pada pendidikannya. Kegiatannya mencari pakan kerap dijalani sebelum atau sepulang ia sekolah sehingga tidak mengganggu kegiatan belajarnya.

Kini Ales sudah mulai menuai buah kerja kerasnya. Ikan cupang hasil ternakannya sudah berhasil menembus pasar mancanegara. Tak hanya pasar Asia, Ales bahkan pernah menjual ikan cupangnya hingga ke Amerika. Ikan cupang yang kini jadi andalannya adalah ikan cupang jenis White Scale (WS), White Scale Fancy Chopper (WSFCCP), serta Fancy Coopper (FCCP).

"Untuk pasar Amerika mereka senang ikan cupang untuk menghias aquascape. Yang warna warni. Kalau untuk pasar Asia seperti Malaysia dan Vietnam, mereka cari ikan untuk kontes seperti WS, WSFCCP dan FCCP," terang Ales.

Untuk bisa menembus pasar mancanegara Ales paham betul apa yang harus ia lakukan. Menjaga kualitas ikan salah satunya. Dan untuk itu Ales yakin, bibit unggul dan perawatan yang baik adalah kuncinya. Karenanya, Ales sangat memperhatikan betul kualitas ikan-ikan yang ia jual.

Bahkan karena kepiawaiannya mencetak ikan-ikan berkualitas, salah satu ikan yang ia jual ke Malaysia belum lama ini berhasil menjuarai sebuah ajang kompetisi bertajuk Kings of Betta 2019 volume II.

Pun demikian, sukses yang kini ia rasakan belum membuatnya puas. Ia juga ingin kesuksesan yang sama diraih peternak ikan cupang lainnya di dalam negeri. 

"Sebenarnya Indonesia banyak mencetak ikan-ikan bagus. Buktinya ikan-ikan impor dari Thailand itu asalnya dari Indonesia juga. Cuma balik kampung istilahnya. Di sana (Thailand) dipoles sedikit aja trus dijual lagi ke Indonesia. Coba kalau peternak sini mau melakukan hal itu (memoles dan menjaga kualitas ikan), pasti peternak Indonesia bisa merajai pasar ikan cupang mancanegara," terang Ales bersemangat.

Untuk itu, Ales kerap mengajak peternak-peternak ikan lain untuk menjaga kualitas ikan dan tidak terburu-buru melepas ikan yang mereka cetak ke pasaran agar harganya tidak jatuh. Ales sendiri bersedia membantu peternak-peternak lain menyediakan bibit-bibit unggul untuk mereka kembangkan asal mereka konsisten menjaga kualitas ikan hasil ternakan mereka. 

Bagaimana Trubus Mania, tertarik mengikuti jejak Ales? 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: