Berkat UMKM, Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi di ASEAN

TrubusNews
Thomas Aquinus
24 Juni 2019   10:00 WIB

Komentar
Berkat UMKM, Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi di ASEAN

Ilustrasi pelaku UMKM Indonesia (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital yang berkembang di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara anggota ASEAN.

"Pada tahun 2015-2017 pertumbuhan dari ekonomi digital di Indonesia hampir 90 persen," ujarnya saat jumpa pers Bekraf Developer Day 2019 di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (23/6).

Hari Santosa mengungkapkan, bahwa pelaku kreatif serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia paling banyak melakukan kegiatan melalui ekonomi digital.

Baca Lainnya : Kepala Bekraf: Perkembangan Ekonomi Kreatif Sekarang Extraordinary

Bahkan pada tahun 2017, transaksi e-commerce di Indonesia mencapai delapan miliar dolar Amerika Serikat. Sekitar  lima miliar dolar AS, lanjut dia, transaksi perdagangan elektronik dilakukan melalui Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya.

"Yang menarik dari lima miliar dolar AS itu, transaksi seller dilakukan oleh perusahan kecil yang dipimpin wanita," ujarnya.

Dirinya mengakui sering menjumpai banyak ibu-ibu rumah tangga yang membuat kerajinan tangan maupun makanan dan produknya dijual dengan transaksi ekonomi digital.

"Penting bagi kita adalah transaksi digital ini menguntungkan bangsa Indonesia. Jadi, kita nantinya seperti arahan Bapak Presiden, ekspor barang-barang Indonesia," ujarnya.

Baca Lainnya : Wow, Berjalan 3 Tahun Bekraf Mampu Sumbang PDB Hingga Rp1.000 Triliun

Terkait dengan hal itu, kata dia, literasi digital penting dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Bekraf Developer Day Purwokerto 2019 dengan mengundang semua pelaku ekonomi kreatif. Menurut dia, hal itu dilakukan karena saat sekarang banyak pelaku digital yang berada di daerah.

"Hari ini, kita mengundang para programmer yang nanti diharapkan bisa membuat aplikasi yang memberikan jawaban atas problem yang ada," katanya.

Lebih lanjut, Hari mengatakan bangsa Indonesia mempunyai kearifan lokal yang memiliki banyak kelebihan.  "Kita punya budaya, kita punya kearifan lokal, itu kita bungkus ulang dengan kekinian menjadi ekonomi kreatif." katanya seperti dilansir Antaranews.

Dikatakannya, ada 16 subsektor ekonomi kreatif yakni aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain produk, fesyen, desain interior, desain komunikasi visual, film/animasi/video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni rupa, serta televisi dan radio. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Menkop UKM Ungkap 5 Masalah Utama yang Hambat Perkembangan UMKM

Keuangan Mikro   15 Nov 2019 - 08:08 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Sistem IDM Dapat Membantu Pembangunan Desa Mandiri

Pendampingan   15 Nov 2019 - 06:52 WIB
Bagikan: