Usaha Minyak Serai Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Warga Desa Belolaut

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
14 Juni 2019   12:00

Komentar
Usaha Minyak Serai Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Warga Desa Belolaut

Ilustrasi perkebunan serai (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Warga Desa Belolaut, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah mengembangkan usaha pembuatan minyak serai sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.

"Peluang pasar masih cukup besar dan usaha pembuatan minyak serai memiliki usaha ikutan yang bisa melibatkan orang banyak sehingga cocok dikembangkan di daerah itu," ujar pelaku usaha, Woro Ning Andini di Mentok, Jumat (14/6).

Tanaman serai sendiri merupakan salah satu tanaman rempah jenis rumput yang mudah ditanam di pekarangan rumah atau dimanfaatkan sebagai tanaman sela lahan perkebunan. Menurutnya, tanaman serai tidak membutuhkan perawatan khusus sehingga petani masih bisa menjalankan aktivitas lainnya.

Baca Lainnya : Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Baturetno Sukses Turunkan Angka Kemiskinan

"Satu hektare lahan bisa menghasilkan sekitar 20 ton per panen dengan masa panen sekitar tiga bulan, untuk harga jual rata-rata Rp500.000 per ton," katanya.

Dengan perhitungan satu hektare menghasilkan 20 ton dikalikan Rp500.000 per ton maka petani akan mendapatkan hasil sekitar Rp10.000.000 per panen atau setiap tiga bulan.

"Kami sudah berupaya bertemu warga, pemerintah desa dan BUMDes untuk menyeriusi usaha pembuatan minyak serai karena jika dijalankan dengan sungguh-sungguh akan memberi kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Baca Lainnya : Pemberdayaan Koperasi dan UKM Semakin Berkembang 5 Tahun ke Depan

Sebelumnya, usaha pembuatan minyak serai sudah digeluti Woro Ning bersama suaminya sejak 2015 hingga saat ini, dengan berbekal alat penyulingan yang dimiliki kapasitas kecil, yaitu 70 kilogram.

"Untuk pemasaran hingga saat ini tidak ada kendala karena minyak serai produk kami yang diproses dengan alat penyulingan berbahan besi anti karat sehingga hasilnya berkualitas sesuai permintaan pasar," ujarnya.

Selain menghasilkan minyak serai sebagai usaha inti, usaha tersebut juga memiliki cabang usaha sampingan dengan memanfaatkan limbah sisa penyulingan. 

Baca Lainnya : Kopi Kulon Progo Butuh Perlindungan dan Pemberdayaan

Limbah sisa penyulingan bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik, kertas daur ulang, bahan kerajinan, bahan bakar pengganti kayu dan lainnya.

Menurut dia, usaha pembuatan minyak serai cukup prospektif seiring bertambahnya jumlah penduduk dunia yang berpengaruh terhadap jumlah permintaan pasar.

"Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin serius bersama-sama mengembangkan usaha ini karena kami menilai daerah ini cocok untuk pengembangan tanaman serai dan memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya seperti dilansir Antaranews. [NN]    

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: