Produk UMKM dari Daerah Laku Keras saat Berjualan di Pekan Raya Jakarta

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
10 Juni 2019   18:30

Komentar
Produk UMKM dari Daerah Laku Keras saat Berjualan di Pekan Raya Jakarta

Ilustrasi produk UMKM (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa produk UMKM dari daerah laku keras saat berjualan di Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tahun 2019.  Pagelaran PRJ sendiri telah lama menjadi kesempatan emas untuk melakukan promosi bagi pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) dari berbagai provinsi di Indonesia.

Salah satunya adalah UKM EL61 asal Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur yang dapat menjual hampir 2.000 botol produk sambal khas Gresik selama 20 hari kegiatan.

“UKM kami menjual aneka sambal dan abon khas daerah, khususnya sambal bandeng sudah habis terjual sejak 10 hari pertama,” ujar Timur Ida Rochani pemilik UKM EL61.

Ida mengakui UKM EL61 dirintas sejak setahun lalu, di bawah binaan Dinas Koperasi dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, untuk keterlibatannya di JFK berkat fasilitas yang diberikan oleh badan penghubung daerah di Jakarta.

Baca Lainnya : Pelaku UMKM Surabaya yang Sudah Kantungi HKI Masih di Bawah 10 Persen

Sebanyak 48 UKM asal Jawa Timur diberikan kesempatan untuk memamerkan produk mereka secara gratis yang dibagi dalam dua gelombang, masing-masing selama 20 hari pameran untuk 24 UKM.

“Saya bersaing dengan ribuan UKM untuk mendapatkan fasilitas ini, dimana produk yang ditampilkan harus inovatif,” ujar Ida.

Menurutnya, sebagai UKM pemula, dirinya mempunyai tantangan untuk meyakinkan konsumen, bahwa produk-produk mereka tidak kalah kualitas dari produk serupa dengan “brand” ternama saat ini.

“Harga setiap botol sambal dijual antara Rp30 ribu sampai Rp40 ribu,” katanya.

Baca Lainnya : Produk UMKM Nusantara Ramaikan Pekan Raya Jakarta 2019

Sementara itu, salah satu stand pameran milik Dinas Perdagangan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat juga diisi oleh sejumlah UKM yang mempromosikan produk khas daerah.

“Kami mempromosikan produk kain bordir dan sulam serta makanan khas Padang,” ujar Ernawati, pemilik UKM ER Bordir.

Ernawati senang karena selama ini telah difasilitasi pemerintah daerah untuk mengikuti JFK sejak tahun 2000 lalu.

Produk kain khas padang kata dia, dijual dengan harga bervariasi antara Rp300 ribu sampai Rp2 juta untuk mukena salat. Kemudian Jilbab sulaman motif padang dijual dengan harga antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Sementara pakaian kebaya dijual Rp300 ribu.

“Untuk mukena sudah habis, sementara didatangkan lagi dari Padang,” kata Ernawati.

Baca Lainnya : 62 Juta UMKM Tanah Air Sumbangkan PDB Mencapai Rp7.704 Triliun

Direktur Pemasaran JFK Ralph Scheunemann mengungkapkan, pesta rakyat Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) diklaim mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta setiap tahunnya.

JFK tahun 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil menengah (UKM).

Ralph optimis terget total jumlah kunjungan tahun 2019 sebanyak 6,5 juta orang target nilai transaksi bisnis mencapai Rp7,5 triliun.

“Target penerimaan kami sekitar Rp2 triliun sejak tahun 2002, dan terus meningkat sampai sekarang,” kata Ralph seperti dikutip Antaranews.

JFK tahun 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil menengah (UKM). [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Pemadaman Listrik Merugikan Pelaku UMKM

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: