Perempuan Muda Ini Raup Omset Rp61 Juta Per Bulan dari Berjualan Popok Burung

TrubusPreneur
By Syahroni | Followers 2
08 Juni 2019   15:00

Komentar
Perempuan Muda Ini Raup Omset Rp61 Juta Per Bulan dari Berjualan Popok Burung

Zheng Han sukses meraih impiannya berkat popok burung hasil buah tangannya sendiri. (Foto : Asia One)

Trubus.id -- Bermodalkan kreativitas serta kemauan keras, Zheng Han berhasil membuktikan diri menjadi pemuda yang mampu mewujudkan cita-citanya. Perempuan asal China berusia 25 tahun itu kini memiliki penghasilan hingga 30 ribu yuan atau setara dengan Rp61,8 juta setiap bulannya. 

Hebatnya, penghasilan sebesar itu didapatnya dari penjualan pembalut burung hasil buatan tangannya. Perempuan asal provinsi Jiangsu, China ini sebelumnya tidak menyangka jika pembalut burung agar kotorannya tidak berceceran karyanya telah memiliki pembeli dari Australia, Amerika Serikat, Kanada, Singapura dan Uni Emirat Arab.

Dilansir dari Asia One, Zheng mulai menjual pembalut burung setelah beberapa temannya ingin mencari jalan keluar lebih baik untuk mengatasi masalah kotoran burung peliharaan mereka. Dia kemudian mencari tahu dengan berselancar di situs-situs online yang menjual pembalut burung di Amerika Serikat.

"Namun disain jelek dan mahal, dijual seharga 200-400 yuan per satuan," kata Zheng.

Mantan perawat ini kemudian mulai membuat disain pembalut yang lebih nyaman dan praktis bagi burung miliknya. Ia menjual pembalut burung dengan cara divakum di pasar-pasar di Cina.

Pembalut yang dijual sekarang sudah mengalami modifikasi sebanyak 8 hingga sembilan kali. Di lapisan luar Zheng membuat pembalut dari bahan katun dengan pola yang cantik dan di lapisan dalam pembalut terbuat dari bahan kanvas tak tembus air. Bantalan pembuang kotoran burung berukuran kecil dan spon penampung kotoran dimasukkan sebelum digunakan.

Ukuran pembalut pun dapat disesuaikan dengan menggunakan velcro. Biaya satu pembalut, menurut Zheng, sekitar 20 yuan per satuan. Setiap bulan Zheng menjual lebih dari seribu pembalut. Dia pun membuka toko online di Taobao, salah satu platform e-commerce terbesar di China.

Dengan bisnis barunya menjual pembalut burung, Zheng menepis anggapan bahwa berhenti dari pekerjaannya sebagai perawat tahun 2014 lalu dianggap tidak bertanggung jawab.

"Sekarang mereka percaya bahwa orang muda punya ide mereka sendiri, dan mendorong saya melakukannya dengan baik," kata Zheng. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: