Kemenkop UKM Ungkap 3 Pola Kerja Sama Pembangunan Koperasi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
29 Mei 2019   09:00

Komentar
Kemenkop UKM Ungkap 3 Pola Kerja Sama Pembangunan Koperasi

Ilustrasi koperasi (Foto : Trubus.id/Iwan)

Trubus.id -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melalui Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto menyampaikan, saat ini dibutuhkan pola kerja sama berkoperasi yang baik oleh pengurus, pengawas, maupun anggota untuk membangun koperasi yang dapat tumbuh dan berkembang.

Menurutnya, ada tiga pola kerja sama berkoperasi. Pertama, bersama-sama untuk merumuskan visi dan misi yang hendak dicapai oleh koperasi.

“Kalau anggota mengetahui dan paham akan misi dan tujuan koperasinya, mereka akan dapat melakukan hak dan kewajiban sebagai anggota,” kata Luhur dalam keterangan tertulis, Rabu (29/5).

Luhur mengatakan, pengurus dengan integritas yang dimilikinya akan mengelola koperasi secara transparan, akuntabel, efisien dan efektif, sehingga pengawas akan dengan mudah mengawasi jalannya pengelolaan koperasi yang dilakukan oleh pengurus.

Baca Lainnya : Kualitas Koperasi di Kalteng Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir

Kedua, bersama-sama mewujudkan melalui distribusi peran efektif. Menurutnya, komitmen dari setiap individu pengurus, pengawas dan anggota akan memberikan partisipasi aktif untuk mendukung tercapainya tujuan yang telah dirumuskan bersama.

Terakhir atau ketiga, yaitu bersama dalam melakukan auto koreksi untuk pencapaian tujuan. Luhur menyampaikan, momen untuk melihat pencapaian tujuan yang hendak dicapai dalam berkoperasi yang pelaksanaannya dapat dilakukan secara efektif melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Apabila ketiga hal tersebut dilakukan secara konsisten oleh pengurus, pengawas dan anggota, maka secara tidak langsung pengawasan koperasi oleh anggota akan berjalan efektif, dan RAT akan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu oleh setiap koperasi, artinya dilaksanakan paling lambat 6 bulan setelah tutup tahun buku,” tegas saat memberikan arahan pada peserta Bimbingan Teknis Advokasi Partisipasi Pengawasan oleh Anggota di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (28/5).

Baca Lainnya : Koperasi Indonesia Alami Kemajuan Besar

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Cirebon, Yati Rohayati menyampaikan saat ini di wilayahnya, koperasi yang melaksanakan RAT tidak lebih dari 50 persen dari jumlah koperasi yang ada sebanyak 161 unit.

“Memang salah satu penyebab tidak terselenggaranya RAT adalah lemahnya pengawasan di internal koperasi,” ujarnya.

Untuk itu, Yati mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada koperasi melalui petugas penyuluh koperasi. Salah satu caranya adalah dengan pemberdayaan koperasi dan UMKM, yang menginisiasi untuk mewadahi para usaha mikro yang ada di masyarakat dalam wadah koperasi RW.

“Namun, kami mengarahkan kepada usaha mikro yang akan berkoperasi, sebaiknya gabung dengan koperasi yang sudah ada. Hal ini untuk mengantisipasi ke depan, jangan sampai terdapat penambahan jumlah koperasi tetapi koperasinya tidak berkembang,” ujarnya seperti dikutip Antaranews. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: