Teknologi RAS Untungkan Pembenih Gurame Hingga Rp207 Juta

TrubusNews
Thomas Aquinus
22 Mei 2019   12:30 WIB

Komentar
Teknologi RAS Untungkan Pembenih Gurame Hingga Rp207 Juta

Penerapan teknologi RAS (Foto : Dok KKP)

Trubus.id -- Usaha pendederan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) dinilai sangat menguntungkan. Hal tersebut dibuktikan dengan pembenih gurame yang bisa meraup untung Rp34,5 juta per siklus (selama 2 bulan). Sedangkan, keuntungan setahun mencapai Rp207 juta.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Fernando J. Simanjuntak menjelaskan, untuk aplikasi RAS pembenih hanya butuh biaya investasi pembuatan wadah pemeliharaan berupa container plastik ukuran 47 cm x 65 cm x 40 cm sebanyak 18 buah.

Kemudian pembelian rak besi, bak reservoir, tabung filter, media filter (zeolit dan arang aktif), pompa, lampu UV dan heater membutuhkan biaya sebesar Rp33,6 juta.

Sedangkan biaya penyusutan per siklus (2 bulan) sebesar Rp1,2 juta. Biaya operasional sebesar Rp 14 juta per siklus, termasuk untuk pembelian telur gurame, cacing sutera, obat-obatan dan biaya listrik.

Menurut Fernando, dari telur gurame yang ditebar sebanyak 30.000 butir, bisa menghasilkan benih gurame ukuran 2 – 4 cm sebanyak 25.500 ekor per siklus.

Apabila harga per ekornya sebesr Rp2 ribu, maka penghasilan per siklus mencapai Rp51 juta.

"Pembenih gurame yang mengaplikasi teknologi RAS dipastikan bisa meraup untung Rp 34,5 juta per siklus (selama 2 bulan). Kalau dikalkulasi selama satu tahun keuntungannya mencapai Rp 207 juta," ujar Fernando.

Fernando mengungkapkan, pembenihan melalui siatem ini sangat menguntungkan secara ekonomi karena pay back periode (waktu pengembalian modal) hanya ± 0,7 tahun. Pendapatan pembenihan gurame dengan teknologi RAS sebesar Rp 49.000 per liter air dalam wadah budidaya.

Sedangkan konvensional hanya Rp317. Artinya, pendapatan pembenih bisa meningkat rata-rata sebesar 155 kali lipat.

"Karena padat tebarnya lebih tinggi. Sehingga, pemanfaatan teknologi RAS pada pembenihan ikan akan lebih efisien dalam penggunaan air dan lahan dibandingkan sistem konvensional," pungkasnya seperti dilansir dari Tabloidsinartani. [NN]
 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Industri Batik dan Kerajinan Perlu Dipoles Teknologi Modern

Pendampingan   12 Okt 2020 - 10:24 WIB
Bagikan:          

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan: