Kopi Kulon Progo Butuh Perlindungan dan Pemberdayaan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
20 Mei 2019   08:30

Komentar
Kopi Kulon Progo Butuh Perlindungan dan Pemberdayaan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulon Progo Sri Harmintarti di Kulon Progo, menyampaikan bahwa UMKM pengelola produk lokal termasuk kopi perlu perlindungan dan pemberdayaan. Kopi dari Kulon Progo sendiri memiliki potensi pasar yang luas seiring dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta.

"Kami berharap anggota Koperasi Hapsari untuk bisa bangkit kembali mengembangkan usahanya guna menghadapi perkembangan Kulon Progo yang saat ini semakin dinamis," ujar Sri Harmintarti.

Kapasitas produksi kopi di Kabupaten Kulon Progo sendiri mencapai kurang lebih 424.000 kg dan yang diolah kurang lebih baru sebanyak 5.200 kg, jadi masih ada sisa yang belum terolah kurang lebih sebanyak 418.800 kg.

Baca Lainnya : Petani Muda Ini Angkat Martabat Petani Kopi Melalui Koling

Kopi Kulon Progo saat ini makin dikenal oleh masyarakat luas karena kopi Kulon Progo memiliki rasa yang khas yang tidak dimiliki oleh kopi di daerah lain. Sri Harmintarti berharap untuk anggota koperasi Hapsari bisa semakin mengembangkan produk kopinya, karena kedepan tentunya kopi Kulon Progo ini memiliki peluang pasar yang lebih baik seiring dengan perkembangan di Kulon Progo,

"Potensi Kulon Progo cukup baik dan melimpah, sehingga perlu adanya pengembangan produk terhadap potensi kopi di Kulon Progo agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pengolah kopi Kulon Progo," ujarnya.

Menurutnya, potensi pasar yang luas untuk produk kopi seiring beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta dan adanya jalur wisata Bedah Menoreh. Sehingga perlunya pengembangan bisnis tentang pengolahan dan penyajian kopi bagi kelompok UMKM anggota Koperasi Hapsari Kalibawang di Kulon Progo.

Baca Lainnya : Peran Koperasi Wanita Lampung dalam Besarkan Usaha Kopi Tanggamus

Sementara itu,, untuk menjawab belum optimalnya sumber daya manusia (SDM) yang bergerak dalam pengelolaan kopi, Dinas Koperasi UKM memberikan pelatihan pengembangan usaha pengolahan dan penyajian kopi bagi kelompok UMKM anggota Koperasi Hapsari.

"Semoga dengan dilaksanakannya pelatihan ini, Koperasi Hapsari dapat menangkap peluang, dan kesempatan sehingga dapat semakin menyejahterakan anggota," ujarnya.

Salah satu penggemar Kopi Kulon Progo, Christian berharap pemkab memberikan pelatihan penanganan kopi pascapanen supaya harga kopi biji tetap tinggi.

"Saat ini, biji kopi saat panen djual dengan murah karena belum mendapat sentuhan penanganan yang baik. Kopi yang diolah dengan baik, harga biji kopi mahal dan kualitas tetap terjaga," ujarnya seperti dilansir dari Antaranews. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: