Begini Cara Kementan Tumbuhkan Minat Generasi Milenial Terjun ke Sektor Pertanian

TrubusNews
Diah Fauziah
19 Mei 2019   17:00 WIB

Komentar
Begini Cara Kementan Tumbuhkan Minat Generasi Milenial Terjun ke Sektor Pertanian

Kuntoro Boga Andri (berkacamata), Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan. (Foto : Dok. Humas Kementan)

Trubus.id -- Saat ini, ada banyak generasi milenial yang terjun ke sektor pertanian. Tidak heran jika Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi para wisausaha yang terjun ke sektor pertanian. Bagaimana pun, para agropreneur milenial memiliki peran penting dalam keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia.

"Saat ini, banyak anak muda yang bergelut di sektor pertanian. Anak muda ini berbeda dengan para petani senior karena mereka lebih adaptif terhadap teknologi dan responsif menghadapi perubahan," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, saat menjadi pembicara di Bincang Asyik Pertanian (Bakpia) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Jumat (17/5).

Baca Lainnya : Kementan Siap Fasilitasi Agropreneur Milenial Terjun di Bidang Pertanian

Ia melanjutkan, "Kita membutuhkan para petani yang adaptif inovasi. Bagaimana pun, inovasi dan teknologi dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Maka, pemerintah akan terus menjalankan komitmennya untuk membekali anak muda yang turun ke sektor pertanian."

Di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggiatkan program Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial. Program ini ditujukan agar generasi milenial tertarik untuk berwirausaha di sektor pertanian.

“Lewat program Petani Milenial, kami menyalurkan bantuan sarana dan prasana pertanian. Sekaligus memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para petani milenial,” jelasnya.

Baca Lainnya : 1.500 Mahasiswa Disiapkan Kementan Lakukan Pendampingan Terhadap Petani

Program Petani Milenal dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh sampai ke Papua. Nantinya, para petani milenial diidentifikasi dan dikategorikan sesuai zona kawasan jenis komoditas pertaniannya, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Setiap zona mendapatkan jenis bantuan yang berbeda. Untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, kelompok tani milenial akan mendapat bantuan benih. Dan, mereka yang bergerak di bidang peternakan akan mendapatkan bantuan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam. [DF]

 

  3


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: