UMKM Kuliner Dodol Bengkel Berharap Banyak dari Pemudik Lebaran

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
17 Mei 2019   13:30

Komentar
UMKM Kuliner Dodol Bengkel Berharap Banyak dari Pemudik Lebaran

Pusat kuliner UMKM Dodol Bengkel (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Para pengusaha dodol di kawasan Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berharap para pemudik nantinya singgah ke pusat UMKM kuliner dodol yang selama ini sepi pembeli akibat dampak hadirnya jalan tol.

Salah seorang pengusaha UMKM dodol, Ridwan Sinaga, di Perbaungan, berharap para pemudik lebaran untuk datang ke pusat kuliner dodol membeli oleh-oleh sebagai bawaan buah tangan dari daerah ini.

"Kami sebagai pedagang pasti mengharapkan para pemudik singgah ke sini karena kami ini kan tidak jualan di dalam sekitar jalan pintu tol maupun di pasar," ujarnya seperti dikutip Antaranews.

Baca Lainnya : Ribuan Pedagang Pasar dan Pelaku UMKM di Surakarta Buka Toko Online

Ridwan mengungkapkan, sebelum jalan tol Medan-Tebing Tinggi diberlakukan, pendapatan penjualan dodol mereka sangat baik. Namun dengan adanya jalan tol yang sudah difungsikan, maka pendapatan mereka mulai berkurang karena banyak penumpang angkutan maupun pengendara mobil yang masuk melintas ke jalan tol.

"Iya pastilah pendapatan kami berkurang, kami berharap pengguna jalan dapat memutar jalannya dari jalan tol dan singgah kesini," ujar Ridwan yang mengaku sudah berjualan dodol selama 28 tahun di lokasi tersebut.

Dikatakannya, pusat UMKM kuliner dodol Bengkel memiliki ciri khasnya dodol original berserta dua varian yakni durian dan pandan dengan harga jual mulai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per bungkusnya dan saat ini tidak ada kenaikan harga meskipun harga bahan baku mahal.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Gandeng 3 Perguruan tinggi Susun Strategi Nasional Pengembangan UMKM

"Walaupun kami kurang dan untungnya dikit, iya tidak apa-apalah yang penting penjualan lumayan," ujarnya.

Ridwan berharap pemerintah daerah peduli terhadap pusat UMKM kuliner dodol Bengkel karena dulunya sempat jaya dan selalu ramai dikunjungi wisatawan.

"Saat ini sudah 30 kios gulung tikar dari 80 kios yang terdata dan meminta segera mencari solusi agar perekenomian masyarakat yang menggantungkan mata pencariannya di kuliner dodol tetap berjalan," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: