Dari Ribuan Desa, Baru 37 Desa di Jabar Masuk Kategori Desa Mandiri

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
16 Mei 2019   08:00

Komentar
Dari Ribuan Desa, Baru 37 Desa di Jabar Masuk Kategori Desa Mandiri

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Dedi Supandi mengungkapkan, hingga saat ini jumlah desa mandiri di Provinsi Jawa Barat masih kecil yakni baru 0,67 persen atau 37 desa dari jumlah total desa di wilayah ini yakni 5.312 desa.

"Indeks desa membangun baru 37 dari 5.312 desa. Jadi hanya 0,67 persen desa mandiri di Jabar. Belum satu persen," ujar Dedi Supandi saat Rapat Koordinasi Desa (Rakordes) Jawa Barat 2019  di Gedung Sabuga Bandung, Rabu (15/5).

Dedi mengungkapkan ada sejumlah kesenjangan yang mencolok antara desa dengan kota, salah satunya adalah angka kemiskinan. Angka kemiskinan di desa Jawa Barat terbilang cukup tinggi dibandingkan di kota yakni 10,3 persen dan jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kemiskinan di kota yang hanya 6,3 persen.

Baca Lainnya : BUMDes Butuh Kreativitas Generasi Muda untuk Kelola Unit Usaha

"Kesenjangan yang ketiga (antara desa dengan kota) adalah indeks digital kita baru 0,054 atau peringkat 11 setelah DKI Jakarta, Yogyakarta dan Bali," ujarnya.

Selain itu, Dedi mengungkapkan, saat ini masih ada 14,1 persen atau 746 desa di Jawa Barat belum memiliki BUMDes. Oleh sebab itu, pada Rakordes tersebut juga ditetapkan sebanyak 2.512 CEO Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Provinsi Jawa Barat.

"Alhamdulillah, tadi sudah diresmikan adalah CEO BUMDes sejumlah 2.512 orang. CEO BUMDes dibutuhkan untuk mengubah dan mengelola BUMDes, sehingga ada beberapa orang dari tiap desa yang akan menjadi pusat keunggulan," katanya.

Baca Lainnya : Khofifah : BUMDes Berperan Penting Tumbuhkan Ekonomi Baru di Desa

Menurutnya, CEO BUMDes juga dituntut menggali potensi desa, karena akar permasalahan yang ada di desa bukanlah kemiskinan. Akan tetapi, potensi desa yang dijauhkan dari masyarakat sehingga berdampak pada kemiskinan warganya.

"Program ini didukung oleh Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. Makanya, ini menjadi proyek percontohan nasional," ujarnya.

Dedi juga berharap, berbagai program yang sudah dan akan berjalan dapat berkontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat. "Mudah-mudahan, Jabar Juara Lahir Batin dan desa juara dapat terwujud," pungkasnya. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: