Bulan Ramadan, Pelaku Usaha Kue Kering Mulai Kebanjiran Pesanan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
14 Mei 2019   07:00

Komentar
Bulan Ramadan, Pelaku Usaha Kue Kering Mulai Kebanjiran Pesanan

Pelaku usaha kue kering (Foto : Dok ANTARA)

Trubus.id -- Sejumlah pelaku usaha kue kering rumahan yang muncul menjelang Lebaran mulai kebanjiran pesanan seiring dengan penambahan permintaan kue untuk menyambut Idul Fitri.

Salah satunya adalah, Yuli Ciana, di Jakarta, mengatakan dirinya sudah mulai produksi kue kering sejak April dan permintaannya pun naik dibandingkan hari-hari biasa.

“Penjualan kue di Bulan Ramadan meningkat 50 persen,” ujar Yuli di Jakarta, Senin (13/5).

Baca Lainnya : Topi Bambu Banten Tarik Minat Pengusaha Korea Selatan

Yuli mengungkapkan, pada hari biasa dirinya hanya menghabiskan 100 kilogram tepung terigu, sedangkan di Bulan Ramadan mencapai 200 kilogram. Menurutnya, kue dalam toples lebih banyak dibeli oleh pelanggan karena lebih mudah jika ingin dibagikan kepada keluarga ataupun tetangga.

Ia mengaku tidak melakukan pemasaran. Pembeli yang datang adalah pelanggan setia yang sudah mengetahui kue kering produksinya, apalagi tokonya sudah ada sejak tahun 1958.

“Pembeli ada dari toko, tetapi lebih banyak pelanggan yang sudah dari dulu sering beli di sini dan sudah tahu rasanya,” katanya.

Adapun kue kering produksinya dijual dengan harga mulai dari Rp40.000 hingga Rp135.000 per toples.

Baca Lainnya : DPMPTSP-DKI Beri Kemudahan Membangun Usaha Mikro Kecil

Sementara itu, pelaku industri kue kering rumahan lainnya, Hasanuddin juga mulai disibukkan memproduksi kue kering sejak Maret.

Untuk mendongkrak produksi usahanya, Hasanuddin memperkerjakan 25 karyawan serta terkadang menambah jam kerja pekerja harian di tempat usahanya.

“Hari biasa mulai jam 10 hingga sore. Tetapi terkadang jika permintaan banyak bisa sampai lembur hingga malam, bahkan dini hari,” ujarnya.

Jika pada hari biasa, Hasanuddin mampu memproduksi dua kue berbeda masing-masing 23 kaleng, sedangkan jika lembur bisa hingga 36 kaleng.

Baca Lainnya : Peluang Usaha Ini Menjanjikan, Kemasan Makanan dari Rumput Laut

Sementara itu, jika dibandingkan sepekan pertama bulan Ramadan tahun lalu, Hasanuddin merasakan terjadi penurunan sekitar 20 persen karena menurutnya Lebaran tahun ini bersamaan dengan tahun ajaran baru.

“Tahun lalu bisa produksi hingga satu ton. Pada satu Ramadan hari pertama saja sudah banyak yang pesan,” katanya seperti dikutip Antaranews. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: