Ribuan Pedagang Pasar dan Pelaku UMKM di Surakarta Buka Toko Online

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
14 Mei 2019   06:00

Komentar
Ribuan Pedagang Pasar dan Pelaku UMKM di Surakarta Buka Toko Online

Ilustrasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitasi Platform Perdagangan Kemenkominfo Puti Adella Elvina mengungkapkan ada ribuan pedagang pasar dan pelaku UMKM yang memulai membuka toko online dan berjualan di marketplace dalam ajang Grebeg Pasar UMKM Go Online di Kota Surakarta.

“Kini 2000 pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang sudah berjualan secara online melalui marketplace. Dengan memiliki toko online kami berharap para pedagang di pasar-pasar dapat memperluas area berdagangnya dan melipatgandakan keuntungan,” katanya.

Grebeg Pasar UMKM Go Online yang diselenggarakan oleh Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kemenkominfo tersebut menargetkan dua puluh kota selama periode pertama ini.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Gandeng 3 Perguruan tinggi Susun Strategi Nasional Pengembangan UMKM

Sebelumnya, kegiatan serupa juga diselenggarakan di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bandung, dan Pangandaran.

Grebeg Pasar UMKM Go Online merupakan kegiatan yang dilakukan di beberapa pasar rakyat di beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia yang meliputi sosialisasi, pendampingan, dan pemanduan bagi para UMKM agar dapat memperluas jangkauan berdagang dan mampu meningkatkan laba dengan membuka toko online di marketplace.

Sebanyak dua puluh empat pandu digital direkrut kemudian diberikan pelatihan dan diterjunkan ke pasar-pasar, berkeliling ke kios-kios pedagang untuk melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pemanduan pagi para pedagang pasar.

Guna mendukung kegiatan online, sebuah booth juga didirikan di area pasar guna memperlancar proses pemanduan bagi para pedagang agar lebih fokus.

Baca Lainnya : BI Targetkan 9 Produk UMKM Masuk Supermarket di Singapura

“Dukungan stakeholder sangat penting agar pedagang dapat teredukasi dengan lebih detil manfaat toko online dan pembayaran digital,” ujarnya.

Puti mengakui, berjualan di marketplace memberikan anyak keunggulannya. Selain gratis, marketplace memberikan efektifitas dan efisiensi karena pedagang dapat berjualan kapan saja dan dimana saja namun area dagangnya lebih luas.

Ayu Lestari (18), salah seorang pandu digital mengungkapkan, kendala di lapangan yaitu beberapa pedagang sudah berusia lanjut dan tidak menggunakan ponsel pintar. Selain itu, banyak juga pedagang yang sudah berjualan secara online, namun masih di platform media sosial.

Media sosial yang dipakai untuk jual/beli masih diniai menyimpan celah kecil yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk melancarkan aksi penipuan.

Baca Lainnya : Meningkatkan Kapasitas UMKM Menjadi Pelaku Bisnis yang Berkelanjutan

“Khususnya di pasar-pasar tradisional banyak pedagang yang sudah lansia, dimana mereka ini kan gaptek. Hp saja masih yang model lama. Kami tetap melakukan sosialisasi, agar nantinya mereka yang memiliki smartphone dapat menginstall marketplace untuk berjualan secara online,” ujar Ayu.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Pariwisata, Transportasi dan Perdagangan, Kementerian Kominfo Sumarno mengungkapkan, potensi UMKM di Surakarta untuk berjualan di marketplace sangat besar sebagai kota dengan pelaku industri kreatif yang begitu banyak.

“Solo ini masyarakatnya sudah maju. Orang-orangnya juga kreatif, ini Kota Batik. Dengan berjualan secara online, UMKM bisa berjualan ke seluruh Indonesia. Jangan batik atau tekstilnya saja. Kerajinan, cinderamata, serta makanan juga,” pungkas Sumarno. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: