Petani Muda Garut Inisiatif Bentuk Koperasi Kelola Kawasan Perhutani

TrubusNews
Thomas Aquinus
13 Mei 2019   10:00 WIB

Komentar
Petani Muda Garut Inisiatif Bentuk Koperasi Kelola Kawasan Perhutani

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Petani muda di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berinisiatif membentuk koperasi untuk mengelola usaha wanatani komoditas kayu dan jeruk di kawasan hutan produksi milik Perhutani.

“Saat ini kami telah merintis kelompok koperasi yang beranggotakan para petani muda dan mengelola kebun jeruk seluas 3 hektare di Desa Mekarsari, Cikajang, Garut, milik kami sendiri,” ujar Ketua Kelompok Koperasi Eptilu Incorporated (KEi) Rizal Fahreza, Minggu (12/5).

Rizal (27) bersama rekan-rekannya yang rata-rata berusia di bawah 35 tahun tengah mengusahakan budidaya jeruk siam Garut, tomat, dan kentang serta produk hortikultura lainnya sejak 2017.

Baca Lainnya : Koperasi Sembako untuk Stabilitas Harga Pangan di Bulan Ramadan

Sebelumnya, kelompok koperasi tersebut disarankan untuk segera memiliki badan hukum yang representatif oleh Menteri BUMN Rini Soemarno agar dapat mengelola hutan produksi di kawasan Perhutani seluas 100 hektare.

“Kemudian diputuskan kelembagaan dalam bentuk koperasi sehingga kami berinisiatif membentuk KEi dengan model pengelolaan agroforestry business,” ujarnya.

Saat ini koperasi tengah mengembangkan jeruk siam sebagai usaha utama dengan latar belakang potensi pasar buah di Indonesia yang masih begitu besar atau baru terpenuhi 20 persen dari seluruh kebutuhan.

Baca Lainnya : Koperasi Bentuk Petani Memiliki Daya Saing Tinggi

Selain itu, sejumlah inovasi yang telah dilakukan di antaranya adalah membuka pasar khusus untuk cafe, restoran, konsumen perusahaan, dan konsumen perumahan di wilayah Garut, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Jakarta. KEi juga mengelola produksi, distribusi, hingga marketing produk sayuran.

Bahkan, KEi juga membangun kebun wisata agro yang mulai banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.Untuk melengkapi kegiatan, koperasi tersebut pun membangun pusat pelatihan untuk petani muda.

“Kami siap berkontribusi melalui pengembangan petani muda dalam mewujudkan Garut sebagai pusat produksi pertanian terintegrasi industri,” ujarnya.

Baca Lainnya : Revolusi Industri Justru Membuat Koperasi Makin Dekat dengan Anak Muda

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Dr Rully Indrawan dan Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut Imas Nurjamilah menyambut baik petani muda Garut untuk berinisiatif membentuk koperasi.

“Apalagi kini persyaratan pendirian koperasi semakin disederhanakan. Ini contoh yang patut diapresiasi ketika masyarakat membentuk koperasi tapi telah merintis usaha, jangan bentuk koperasi dulu baru memikirkan apa usahanya. Intinya adalah bagaimana membentuk sebuah koperasi yang berkualitas,” ujar Rully seperti dilansir dari Antaranews. [NN]

  2


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Dana Desa Berikan Dampak Signifikan Terhadap Ekonomi Perdesaan

Pendampingan   23 Feb 2020 - 23:58 WIB
Bagikan:          
Bagikan: