Penyandang Difabel Dilatih Produksi Kerajinan dari Limbah Plastik

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
12 Mei 2019   12:00

Komentar
Penyandang Difabel Dilatih Produksi Kerajinan dari Limbah Plastik

Ilustrasi produksi kerajinan dari limbah sampah (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Penyandang difabel yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memperoleh pendampingan berupa pelatihan membuat kerajinan limbah plastik menjadi produk yang bernilai jual tinggi dari mahasiswa yang tergabung dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM).

"Kami juga mendampingi mereka dalam pemasarannya dengan memanfaatkan jual beli secara daring (electronic commerce atau e-commerce)," ujar Ketua Pekan Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat dari Universitas Muria Kudus (UMK) Ismawatul Maula di Kudus, beberapawa waktu lalu.

Maula mengakui, pemasaran melalui e-commerce masih begitu asing sehingga perlu diberikan pemahaman agar produknya bisa dipasarkan secara luas.

Baca Lainnya : Cegah Penyimpangan, Pengawalan dan Pendampingan Dana Desa 2019 Akan Diperketat

Dirinya bersama tiga teman lainnya yang tergabung dalam PKMM membuat program recycling plastic glass lip waste (Respect) tersebut untuk meningkatkan kemandirian dan entrepreneurship kepada anggota HWDI Kudus. Keempat mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa jurusan Sistem Informasi Universitas Muria Kudus (UMK).

"Kami juga memberikan peralatan pendukung untuk pembuatan kerajinan dari limbah plastik," ujarnya.

Ide awal melatih penyandang disabilitas membuat kerajinan dari bahan sampah plastik, diakuinya karena dirinya melihat banyaknya sampah plastik yang dibuang percuma oleh masyarakat.

Baca Lainnya : Bina Swadaya Optimis Beri Pendampingan Terhadap 1.000 Desa di Indonesia

Menurutnya, dengan sentuhan sedikit bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai kerajinan yang bisa dijual. Adapun alasan melatih penyandang difabel yaitu dengan harapan mereka tetap produktif meskipun dalam kondisi fisik yang terbatas.

Sebelum diberikan pelatihan, mereka diberikan sosialisasi tentang limbah plastik, terutama gelas plastik yang bisa dibuat berbagai produk kerajinan.

Langkah berikutnya, diberikan pelatihan pengelolaan limbah bibir gelas yang bisa dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk kerajinan, mulai dari gantungan kerudung, tas, hingga songkok.

"Pelatihan pertama sudah kami lakukan awal bulan Mei 2019, sedangkan pelatihan berikutnya menyusul," tandasnya seperti dilansir dari Antaranews. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: