Restorasi Gambut Papua Garap Pemberdayaan Ekonomi Melalui Tanam Sagu

TrubusPreneur
By Binsar Marulitua | Followers 0
09 Mei 2019   10:30

Komentar
Restorasi Gambut Papua Garap Pemberdayaan Ekonomi Melalui Tanam Sagu

Ilustrasi Lahan Gambut (Foto : Dokumentasi BRG)

Trubus.id -- Badan Restorasi Gambut (BRG) akan membantu memberdayakan ekonomi masyakarat Papua dalam merestorasi lahan gambut melalui pengembangan penanaman sagu. Pada tahun 2019 ini, penanaman sagu akan dilakukan pada 2 Kabupaten, yakni di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi.  

Kepala BRG Nazir Foead mengatakan, penggunaan tanaman sagu untuk memulihkan lahan gambut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No.1/2016, yang menjadi dasar pembentukan BRG. Harapannya, selain program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga mendorong masyarakat untuk tidak membakar lahan gambut yang ada.

Baca Lainnya : Penyebab Karhutla di Lahan Gambut Karena Penurunan Tinggi Muka Air

"Program restorasi gambut kami diharapkan berjalan dengan baik sesuai dengan semangat agenda Pak Presiden. Persentase gambut yang rusak atau yang terbakar ada tetapi lebih kecil dibandingkan Kalimantan dan Sumatera. Jadi bersama dengan pemerintah daerah, kami berharap restorasi gambut di Papua bisa memberikan benefit yang paling  banyak tetapi daya dukung lingkungan dapat terjaga dengan baik," kata Kepala BRG Nazir Foead di Jakarta, Rabu (8/5). 

BRG merencanakan restorasi di Papua tahun 2019 melalui pemberian 20 paket revitalisasi ekonomi budidaya tanaman sagu dengan skema tugas pembantuan dan penugasan.

Berdasarkan data BRG, gambut di kawasan lindung Papua yang menjadi target restorasi mencapai 4.514 ha, sedangkan kawasan budi daya tidak berijin mencapai 4.372 ha, untuk kawasan budi daya tidak berijin mencapai 30.353 ha. Dan untuk luas target restorasi di Papua mencapai 39.239 ha.

Baca Lainnya : Restorasi Lahan Gambut di Kalimantan Barat Capai 42.755 hektare

Bupati Mappi, Provinsi Papua, Kristosimus Agawemu menyambut baik adanya program revitalisasi ekonomi yang dilakukan BRG. Alasannya kegiatan BRG membantu pendampingan pada masyarakat selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua yang fokus untuk mengembangkan budidaya sagu.

Tanaman sagu di papua memang banyak yang tumbuh secara alami. Dengan adanya pendampingan dari BRG dalam mengelola dan memanfaatkan sagu tersebut menghasilkan produk turunan yang memberi manfaat secara ekonomi. 

Baca Lainnya : Jangan Sawit Lagi, Gubernur Riau Ingin Lahan Gambut yang Terbakar Ditanami Kopi

"Di Kabupaten Mappi kami memfokuskan pada dua prioritas perhatian terhadap pengelolaan sagu yang pertama sagu yang tumbuh secara alami yang harus kami kelola. Dan kami sudah bicarakan kepada stakeholder untuk  memberikan ruang pengelolaan pemanfataan sagu sendiri untuk bisa menghasilkan produk turunan yang bisa memberikan ruang manfaat ekonomi rumah tangga lebih baik," jelas Kristosimus

Sementara itu, Kapokja Wilayah Kalimantan dan Papua BRG Rudi Priyanto mengatakan kegiatan 3R yakni rewetting, revegetasi dan revitalisasi sosial ekonomi di Papua memang lebih kepada upaya revitalisasi livelihoods

Untuk Mappi di 2019, progam restorasi gambut dilakukan di 15 desa dengan luasan 75 hektare (ha) untuk dijadikan demplot budi daya sagu. (NN) 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: