Koperasi Bentuk Petani Memiliki Daya Saing Tinggi

TrubusNews
Thomas Aquinus
09 Mei 2019   08:00 WIB

Komentar
Koperasi Bentuk Petani Memiliki Daya Saing Tinggi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto di Jakarta, Rabu (8/5), berharap petani segera membentuk koperasi agar memiliki daya saing usaha tinggi baik dari sisi produk, pemasaran, hingga legalitas badan hukumnya.

Menurutnya, selama ini para petani, nelayan, petambak, peternak, dan perajin rumah tangga selalu dalam posisi menjadi korban pertama dari penurunan harga produk pertanian.

“Petani kita ketika panen datang, mereka jadi korban kejatuhan harga, ketika musim paceklik datang, mereka selalu jadi orang pertama yang harus menjadi pembeli produk yang mereka hasilkan dengan harga yang mahal,” ujarnya.

Baca Lainnya : Revolusi Industri Justru Membuat Koperasi Makin Dekat dengan Anak Muda

Suroto menilai, kondisi tersebut terjadi karena kelembagaan atau organisasi mereka dipandang lemah karena selama ini organisasi mereka dalam bentuk kelompok-kelompok informal sehingga tidak kuat secara hukum.

“Kondisi ini sebetulnya bisa diatasi dengan mudah. Bahkan mereka seharusnya tidak perlu lagi resah soal harga. Mereka cukup fokus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi saja. Caranya adalah dengan membangun kelembagaan kooperasi,” ujarnya.

Fungsi koperasi adalah untuk membiayai, menyelenggarakan asuransi, memproses, dan memasarkan semua produk mereka. Hal tersebut dinilai semakin menguntungkan karena kooperasi dimiliki sepenuhnya oleh mereka, para petani, peternak, petambak, dan perajin.

Baca Lainnya : Pertumbuhan Koperasi di Daerah Mulai Berkembang Secara Kreatif

“Perusahaan ini dikendalikan dan dikontrol oleh mereka sendiri secara demokratis satu orang satu suara, dan para profesional yang bekerja di koperasi diangkat oleh pengurus-pengurus, bukan oleh orang lain,” ujarnya.

Seluruh keuntungan dari bisnis yang diselenggarakan oleh koperasi akan dibagi bersih kepada anggotanya dengan dasar pertimbangan partisipasi modal dan volume transaksi dengan koperasi mereka.

“Koperasi ini diperkuat oleh pemerintah dengan menyalurkan modal penyertaan di koperasi mereka, fasilitasi program-program pendidikan pelatihan sesuai kebutuhan mereka, dan penelitian serius untuk pengembangan produk dan pasar mereka,” pungkasnya seperti dikutip dari Antaranews. [NN]

  3


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: