BI Targetkan 9 Produk UMKM Masuk Supermarket di Singapura

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
08 Mei 2019   09:30

Komentar
BI Targetkan 9 Produk UMKM Masuk Supermarket di Singapura

Ilustrasi produk UMKM (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bank Indonesia pewakilan Jawa Timur menargetkan sembilan produk UMKM di wilayahnya masuk ke supermarket Singapura, sebagai upaya tindak lanjut kerja sama kedua negara yang bertajuk "Business Matching Indonesia-Singapura Akselerasi Ekspor Produk UMKM Unggulan Jawa Timur.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Harmanta di Surabaya, menyampaikan sembilan produk yang dapat dibawa ke Singapura di antaranya almond crispy “Pawon Kue”, rengginang bawang dan tempe “Syafrida”, sambal bawang Bu Sandra, bagelen “Ayu Cookies” dan teh hitam “Si Taraa” dari Surabaya.

Selain itu, ada juga aneka keripik “So Kress” dari Malang, bawang goreng “Bang Go” dari Bojonegoro, Lapeyek dari Sidoarjo serta aneka keripik “Mak Plengeh” dari Kediri.

Baca Lainnya : Meningkatkan Kapasitas UMKM Menjadi Pelaku Bisnis yang Berkelanjutan

Harmanta mengungkapkan, BI Jatim juga telah mempertemukan sekitar 40 UMKM Jatim dengan ANAPANA, yakni importir yang akan membawa produk UMKM Jawa Timur ke Singapura.

"ANAPANA juga sudah berkunjung ke lokasi UMKM tersebut untuk melihat secara langsung proses produksinya dan melakukan kurasi," ujarnya seperti dikutip Antaranews.

Dirinya mengakui, beberapa tahun terakhir Singapura telah menjadi salah satu negara tujuan ekspor Jawa Timur, bahkan menjadi yang terbesar di antara negara ASEAN, terutama untuk industri non migas.

Baca Lainnya : Menkop UKM Apresiasi Yogyakarta Sukses Bangun Koperasi dan UMKM

Jika dilihat dari data ekspor ke Singapura periode Januari sampai Maret 2019, ekspor non migas Jawa Timur ke Singapura sebesar 364,8 juta dolar AS, atau 5,73 persen dari total ekspor non migas Jawa Timur, angka itu menjadikan Singapura sebagai potensi pasar yang besar bagi produk Jawa Timur.

"Oleh karena itu, kami terus berusaha meningkatkan eksistensi dan daya saing produk lokal, khususnya yang berbasis UMKM dengan terus melakukan perbaikan dan pembenahan kapasitas dan kualitas UMKM sehingga bisa bersaing di pasar ekspor," ujarnya.

Sebelumnya, juga telah dilakukan pertemuan serupa namun dengan Malaysia dan sudah ada beberapa produk yang tembus.

"Ke depan, kami akan lebih mendorong lagi kegiatan serupa dengan negara lainnya," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: