Menkop UKM Apresiasi Yogyakarta Sukses Bangun Koperasi dan UMKM

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
06 Mei 2019   06:00

Komentar
Menkop UKM Apresiasi Yogyakarta Sukses Bangun Koperasi dan UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga beri penghargaan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengapresiasi keberhasilan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang sukses membangun dan mengembangkan koperasi dan UMKM di wilayahnya.

"Apa yang sudah dilakukan Sri Sultan itu bisa kita jadikan pelajaran berharga dalam memajukan koperasi dan UMKM di daerah lainnya," kata Puspayoga saat membuka acara Rakornas Bidang Koperasi dan UMKM, beberapa waktu lalu.

Sri Sultan yang pada kesempatan tersebut hadir memberikan penjelasan, bahwa langkah pertama yang dilakukan pihaknya adalah memverifikasi ulang koperasi dan mendata ulang UKM di Yogyakarya.

Baca Lainnya : Objek Wisata Berhasil Dorong Pertumbuhan UMKM di Sleman

"Agar kebijakan tepat sasaran, kita harus memiliki database KUMKM, mana yang orientasi ekspor, pasar regional, dan mana yang pasar lokal. Karena, tiga kategori tersebut memiliki pola pembinaan yang berbeda," ujar Sri Sultan.

Sementara itu, bagi koperasi yang sudah tidak aktif, Sri Sultan menegaskan tak ada pilihan lain selain membubarkannya atau dinyatakan pailit.

"Karena hal itu sangat terkait dengan kebijakan kita dalam mengembangkan sektor pariwisata. Dengan pembubaran koperasi, maka tidak akan ada lagi koperasi yang kita bina atau bantu (saat) ada yang mati. Kualitas koperasi yang harus kita kedepankan," ujarnya.

Sri Sultan mengungkapkan, bahwa pengembangan sektor pariwisata dengan koperasi dan UMKM, tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Sebelumnya, Sultan telah membangun ketersediaan sarana air bersih dan air minum di desa-desa.

Baca Lainnya : Calon Wirausaha Baru UMKM Malang Lakukan Pelatihan Soal Rotan Sintetis

"Kami mencoba mengembangkan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan, lalu diikuti pengembangan potensi yang dimiliki desa," kata Sultan.

Menurutnya, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 5-6 tahun dengan membangun 983 kelompok masyarakat desa, di mana sarana penunjangnya dikelola koperasi atau BUMDes.

"Bila di desa tersebut ada potensi wisata, kami akan bantu melalui APBD sehingga desa bisa tumbuh. Kami terus memotivasi masyarakat agar menjadi subyek pembangunan, bukan menjadi obyek," katanya.

Baca Lainnya : UMKM Harus Berbasis Digital Supaya Dapat Bersaing dengan Perusahaan

Dirinya mengakui, setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda. Dia mencontohkan pengembangan Desa Gedang Sari, Gunung Kidul dengan mengembangkan produk khas batik. Di wilayah desa itu juga disiapkan sarana wisata flying fox dari Jerman seharga Rp1,5 miliar yang memiliki panjang tak kurang dari 563 meter.

"Dampaknya, sektor wisata di Desa Gedang Sari berkembang pesat. Dari flying fox saja bisa menghasilkan Rp70 juta per bulan bagi kas desa. Itu jumlah besar bagi level desa," pungkasnya seperti dikutip dari Wartaekonomi. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: