Pertumbuhan Koperasi di Daerah Mulai Berkembang Secara Kreatif

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
02 Mei 2019   13:30

Komentar
Pertumbuhan Koperasi di Daerah Mulai Berkembang Secara Kreatif

Ilustrasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengungkapkan, saat ini pertumbuhan koperasi di daerah mulai mengalami perkembangan yang berbeda dengan koperasi masa lalu. Menurutnya, jika koperasi masa lalu selalu menunggu dan meminta bantuan pemerintah saat ini banyak koperasi sudah mulai berkreatif.

"Sekarang, koperasi sudah mengalami banyak perubahan paradigma dalam perkembangannya. Oleh karena itu, saya akan terus mendorong tumbuhnya koperasi dengan kreasi baru",ujar Prof Rully saat membuka acara Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Sekretariat Dekopinwil, di Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, koperasi bukan berdasarkan kuantitas, namun dilihat dari kualitas yang besar, kuat, dan mandiri, ketimbang ada 10 ribu koperasi namun kecil dan lemah.

Baca Lainnya : Aplikasi LEMON untuk Kesejahteraan Anggota Koperasi Bandung

"Kita banyak memiliki koperasi besar dan kuat beraset triliunan rupiah seperti Koperasi Sejahtera Bersama (Bogor), Kospin Jasa, Koperasi Sidogiri, dan sebagainya. Yang juga harus kita perkuat adalah kualitas anggota koperasinya", ujarnya.

Prof Rully menginginkan agar Gerakan Koperasi di Indonesia bangga berkoperasi. Hal tersebut dilihat berdasarkan koperasi bukanlah pelaku ekonomi kecil.

"Kita harus bangga sebagai orang koperasi, jangan rendah diri. Sudah banyak koperasi besar beraset triliunan rupiah yang tumbuh di Indonesia", katanya.

Disamping itu, Prof Rully juga mengakui bahwa kelemahan dari Gerakan Koperasi di Indonesia adalah dari sisi public relations. Dirinya menilai, saat ini banyak tumbuh koperasi berkualitas, namun tidak diketahui publik secara menyeluruh.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Sasar Mahasiswa Menjadi Agen Rebranding Koperasi

"Di era digital ini, kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melambungkan nama koperasi agar dikenal luas, khususnya di kalangan generasi milenial", ujarnya.

Saat ini, di era Revolusi Industri 4.0 Prof Rully yakin koperasi mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Suka tidak suka, pasar yang berkembang saat ini dalam bentuk digital berupa plattform dan marketplace. Saat ini, koperasi harus bisa tampil beda sesuai dengan tuntutan zaman", katanya.

Prof Rully berharap, Dekopin harus mampu mengakomodasi perubahan-perubahan tersebut. Bahkan, Dekopin harus menyadari akan perubahan-perubahan yang terjadi saat ini.

Baca Lainnya : Koperasi Lakukan Reformasi Melalui 3 Tahapan

"Dekopin harus menjadi organisasi yang maju, moderen, dan terus berkembang sesuai pergerakan zaman. Terlebih lagi, koperasi saat ini sudah menjadi pilar keempat yaitu kebudayaan. Ini sangat strategis dalam perubahan mental atau budaya dalam berekonomi", pungkasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko menyampaikan bahwa tantangan Gerakan Koperasi di Indonesia yaitu harus melakukan berbagai perubahan sesuai zaman secara cepat.

"Koperasi harus beraroma kekinian, jangan lagi berpola tradisional. Karena, yang kita hadapi sekarang adalah generasi milenial yang serba digital", kata Agung.

Tantangan lainnya yaitu, koperasi saat ini belum bicara mengenai aliansi strategis, dengan melakukan aneka kolaborasi dalam bisnisnya. Alias, masih tradisional. "Ini erat kaitannya dengan tingkat kualitas SDM yang dimiliki koperasi", kata Agung.

Baca Lainnya : Dinas KUMKM Aktifkan 65 Persen dari 617 Koperasi di Bekasi

Sekjen Dekopin Muhammad Sukri menyampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan penyempurnaan dalam organisasinya. Diantaranya, terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) terutama dalam hubungan kerja antar lembaga, termasuk penggunaan APBN.

"Selain itu, Dekopin juga harus melakukan pemutakhiran dari jobdesc sehingga setiap unit kerja bergerak sesuai dengan bidangnya", kata Sukri.

Sukri berharap Rakornis ini bisa dijadikan sebagai bahan acuan yang akan dipadukan dengan kebijakan pusat dan daerah agar bisa terintegrasi dan terarah."Rakornis saat ini harus ada sesuatu yang berbeda dibanding yang lalu, untuk pengembangan Gerakan Koperasi ke depan", tandasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: