Produk Inovasi Bahan Bakar Ciptaan BUMDes Dilirik Australia

TrubusNews
Thomas Aquinus
30 April 2019   07:30 WIB

Komentar
Produk Inovasi Bahan Bakar Ciptaan BUMDes Dilirik Australia

Ilustrasi BUMDes (Foto : Trubus.id/Iwan)

Trubus.id -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung berhasil menciptakan inovasi bahan bakar untuk kompor dari serbuk kayu yang dipadatkan (wood pelet) hingga menarik minat dari Australia. Inovasi yang dilakukan BUMDes tersebut diyakini lebih efisien dibandingkan bahan bakar dari gas elpiji atau minyak tanah.

Salah satu keunggulan yang didapat adalah dengan menggunakan wood pelet waktu memasak air dapat lebih cepat. Jika menggunakan gas elpiji membutuhkan waktu 14 menit, maka dengan wood pelet kurang lebih hanya 2 menit.

Selain cepat, wood pelet tidak menampakkan api sehingga seluruh peralatan memasak aman dari kotor dan bisa tetap bersih. Selain itu, bahan bakar wood pelet diklaim ramah lingkungan dan lebih hemat.

Baca Lainnya : Ingin Tingkatkan Perekonomian Desa, Bentuklah BUMDes

Peneliti di BUMDes Berkah Jatisari, Muhammad Abi mengakui pihaknya berhasil menciptakan wood pelet karena mengikuti dan menerapkan teknologi tepat guna (TTG). Dirinya juga mengungkapkan, bahwa produknya tidak perlu menggunakan bantuan listrik untuk kipas pendorong (blower) api.

"Alhamdulillah, produk yang ramah lingkunan ini berhasil dibuat," ujarnya, Senin (29/4).

Lebih spesifik, Abi mengungkapkan kompor berbahan bakar wood pelet tersebut berbasis air sehingga hasil yang dikeluarkan jernih tanpa terlihat api. Sementara itu, pengoperasiannya sendiri bisa dilakukan manual seperti menyalakan kompor yang menggunakan bahan bakar minyak tanah.

"Kompor dengan bahan bakar wood pelet berbasis air. Dia sampai jernih hampir tanpa api," ujarnya seperti dikutip dari Republika.

Baca Lainnya : Dari 40 Desa, Baru 20 BUMDes yang Terbentuk di Belitung

Dijelaskannya, perpaduan wood pelet dengan air dapat menghasilkan api yang jernih tanpa terlihat. Namun dikatakannya, produknya saat ini belum diproduksi massal. Namun rencananya akan diproduksi oleh BUMDes bagi keperluan warga sekitar. Selain itu kedepan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bandung.

Bahkan, inovasi wood pelet dilirik oleh pemerintah Australia, menurutnya, mereka menginginkan agar produk yang dibuatnya di produksi di Australia. Namun, katanya pihaknya belum menyetujui kerjasama tersebut dan memilih diproduksi di dalam negeri.

"Produk kompor ini bisa diproduksi asal diproduksi disana (Australia). Cuma kita belum menyetujuinya," ujarnya. [NN]

  5


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Targetkan 6 Persen Pelaku UKM Naik Kelas di 2020

Keuangan Mikro   20 Jan 2020 - 15:46 WIB
Bagikan:          

Kemenkop dan UKM Bakal Prioritaskan Pengembangan Bambu Rakyat

Pendampingan   20 Jan 2020 - 14:33 WIB
Bagikan: