Pola Pikir Anak Muda Menjadi PNS Harus Direvolusi Sejak Dini

TrubusNews
Thomas Aquinus
24 April 2019   19:00 WIB

Komentar
Pola Pikir Anak Muda Menjadi PNS Harus Direvolusi Sejak Dini

Motivator muda Syafii Efendi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pola pikir anak muda menjadi pegawai negeri sipil (PNS) harus direvolusi sejak dini. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh motivator muda Syafii Efendi saat menjadi pembicara pada seminar motivasi nasional Characther Building dengan tema "How To Be Young Entrepreneur And World Class Leader" di Gedung Narwastu Temanggung.

"Baru-baru ini gaji PNS naik lima persen, APBN sudah berat untuk menggaji PNS. Selama ini banyak kaum muda ingin jadi PNS, mindset ini harus direvolusi dari akar bawah," ujarnya, Selasa (23/4).

Syafii mengungkapkan, ketika lulus kuliah pola pikir anak muda bukan lagi ingin jadi PNS, melainkan menjadi pengusaha yang bisa menciptakan dan menyerap banyak tenaga kerja.

Baca Lainnya : MIA Jadi Ajang Generasi Muda Unjuk Prestasi di Bidang Pertanian

Pada kesempatan tersebut Syafii juga memberikan tips sukses berwirausaha di usia muda. Satu di antaranya yang penting adalah jangan habiskan waktu muda untuk pacaran, melainkan membangun kemampuan leadership (kepemimpinan) dan networking (jaringan).

"Jangan pacaran, tidak ada sejarahnya orang sukses itu menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran," ujarnya.

Diakuinya, saat ini secara nasional leadership anak muda Indonesia dinilai lemah karena tidak diajarkan untuk memimpin dan belajar arti dari sebuah perdaban. Menurutnya, untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis dan wirausaha harus mempunyai leadership yang kuat karena ‎enterpreneurship tak akan berjalan baik tanpa leadership yang mumpuni.

Baca Lainnya : Era Digital Bawa Generasi Milenial Mudah Raih Kekayaan

"Kalau mau kaya, perbaiki dulu kepemimpinannya nanti yang lain akan mengikuti, itu otomatis," ujarnya.

Selama ini, banyak berpikiran bahwa berbisnis itu harus punya modal besar, namun justru yang mempunyai peranan penting dalam enterpreneurship adalah jaringan.

"Itu pola pikir salah, jaringan akan menekan modal hingga sangat minimal. Anak muda kalau diajak ngomong bisnis selalu ngomong terkendala modal, dikasih modal pun kalau tidak mampu maka modalnya habis," ujarnya.

Baca Lainnya : Agar Industri Kreatif Tanah Air Maju, Kementerian BUMN Bikin Kelas Kreatif untuk Generasi Muda

Sementara itu, ketua panitia seminar Slamet Muridan menyampaikan acara ini terselenggara atas kerja sama organisasi kepemudaan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jateng bersama BEM Akpers Ngesti Waluyo Temanggung. Dikatakannya, seminar motivasi nasional ini diikuti oleh sekitar 1.300 peserta dari siswa SMA/MA/SMK dan mahasiswa di Kabupaten Temanggung.

Slamet menyampaikan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyongsong bonus demografi pada 2030. Oleh sebab itu, kaum muda harus mengubah pola pikir dari ingin jadi pekerja menjadi ingin berwirausaha sejak dini.[NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Pendamping Sosial adalah Ujung Tombak Kementerian Sosial

Pendampingan   14 Des 2019 - 09:01 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: