MIA Merupakan Terobosan Percepatan Pertumbuhan Petani Milenial

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
22 April 2019   15:00

Komentar
MIA Merupakan Terobosan Percepatan Pertumbuhan Petani Milenial

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro mengungkapkan, acara 1st Millenial Indonesia Agropreneurs (MIA) yang digelar selama tiga hari di Botani Square, Bogor, Jawa Barat merupakan terobosan untuk mempercepat tumbuhnya generasi milenial terjun di sektor pertanian.

Masa depan sektor pertanian sangat bergantung dengan generasi muda Indonesia. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) siap untuk memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda untuk bergerak di berbagai bidang pertanian, dari hulu hingga ke hilir.

"Jadi kedepan mereka tidak hanya mengandalkan on farm saja, namun juga di off farmnya yaitu pasca panen yang merupaka kelemahan pertanian saat ini," ujar Syukur, Minggu (21/4).

Baca Lainnya : MIA Jadi Ajang Generasi Muda Unjuk Prestasi di Bidang Pertanian

Menurutnya, dengan bergeraknya para agropreneur di bidang off farm, maka kelemahan sektor pertanian mulai bisa ditutupi dari hulu hingga ke hilir. Maka, semua proses bisnis di bidang pertanian akan terbentuk dan memberikan nilai tambah yang luar biasa.

"Bayangkan dalam tiga hari saja omsetnya sudah mencapai sekitar 150 juta. Berarti minat kunjung konsumen terhadap produk anak muda ini cukup besar, karena hasil kualitasnya bagus kemudian inovatif dan juga harganya tidak kalah dengan produk produk yang di hasilkan oleh industri yang besar, baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Syukur berharap semua pihak terus mendorong agropreneur milenial agar semakin berkembang.

"Maka itu, kami tidak hanya memberikan fasilitas, tapi juga menciptakan entrepreneur milenial ini melalui Polbantan, inkubator, dan sekaligus sitkapital yang akan di kelola oleh softlun kerja sama dengan pihak Polbantan," ujarnya.

Baca Lainnya : BUMDes Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tingkatkan Ekonomi Desa Melalui Pertanian

Syukur menyampaikan, selama ini pihaknya sudah memiliki enam Polbantan yang siap menjadi entrepreneur di bidang agribisnis. "Tetapi selain Polbantan yang di bina, kita juga punya sekolah vokasi yang di kelola liniersosmitra, termasuk dari IPB dan Prasetya Mulya," katanya.

Menurutnya, jika para entrepreneur muda bergerak, maka pertanian di masa mendatang akan mengalami perubahan yang jauh lebih maju. Selain itu, pemerintah juga bertujuan untuk merubah mindset tentang pertanian agar dimintai banyak kalangan muda.

"Dulu pertanian di anggap kumuh, miskin dan berada di desa jauh dari kota. Tapi dengan teknologi, sektor pertanian memiliki mekanisasi untuk mendobrak kemiskinan karena adanya nilai tambah yang tinggi," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: