Risma Paksa Toko Kelontong di Surabaya Memiliki Koperasi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
16 April 2019   07:00

Komentar
Risma Paksa Toko Kelontong di Surabaya Memiliki Koperasi

Tri Rismaharini, memberikan pembinaan kepada pengelola usaha koperasi toko kelontong (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, memaksa agar toko kelontong di Surabaya memiliki koperasi agar hasil usahanya dapat dinikmati bersama dan lebih berkembang.

“Saya ini memaksakan untuk membentuk koperasi toko kelontong karena saya ingin sekali keuntungannya bisa dikembalikan untuk warga, dan untuk anggotanya, Enak to? Tapi kalau bapak-ibu beli di tempat lain keuntungannya ya diambil orang lain,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (15/4).

Risma mengatakan, pihaknya mengupayakan pembelian barang melalui akses agen yang harganya relatif lebih murah dibandingkan umumnya, sehingga pemilik toko kelontong bisa mengambil keuntungan lebih layak.

Baca Lainnya : Koperasi Lakukan Reformasi Melalui 3 Tahapan

Selain itu, dirinya juga meminta agar seluruh pengurus koperasi agar tidak hanya menjual barang-barang atau kebutuhan pada umumnya, tapi barang apa saja yang bisa diproduksi oleh warga, dapat dipasarkan melalui koperasi tersebut.

“Misalkan setelah ini Lebaran ini, ada warganya yang membuat kue kering ataupun punya tanaman cabe boleh juga dijual di koperasi,” katanya.

Selain meminta toko kelontong membentuk koperasi, Pemkot Surabaya juga berupaya mendorong para pengusaha toko kelontong ini dengan menggelar pembinaan pengelolaan usaha koperasi toko kelontong yang diikuti 120 peserta yang terdiri dari 12 anggota Rusunawa Surabaya.

Baca Lainnya : Dinas KUMKM Aktifkan 65 Persen dari 617 Koperasi di Bekasi

Dihadapan 120 peserta tersebut, Risma menyampaikan bahwa barang yang dibeli di koperasi akan jauh lebih murah dibanding di luar, karena sudah dihubungkan dengan agen yang harganya relatif lebih rendah dibanding lainnya. Maka, nantinya keuntungan yang didapat bisa untuk kesejahteraan para anggota koperasi.

“Kami sudah bisa membantu akses pembelian barang untuk mendapatkan harga-harga yang lebih murah. Bapak-ibu nanti bisa bandingkan, ini menjadi penting bapak-ibu sekalian. Saya ingin semua lebih sejahtera,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pengolah koperasi agar lebih keras lagi dalam mencapai kesejahteraan melalui upaya pengembangan toko kelontong.

Baca Lainnya : Kekuatan Koperasi Adalah Kumpulan Anggota Bukan Modal Segelintir Orang

Karena itu, Risma menyampaikan dirinya akan melakukan evaluasi toko kelontong setiap tiga bulan sekali.

“Saya sangat yakin warga Kota Surabaya dapat diajak kerja keras dan hidup lebih sejahtera, tidak ada yang bisa merubah nasib kita kecuali kita sendiri. Saya berharap training ini diikuti sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya Widodo Suryantoro, menjelaskan keberhasilan lima koperasi di rusunawa Romo Kalisari, Penjaringan Sari, Sombo, Randu, dan Tanah Merah memacu semangat Pemkot untuk menghasilkan koperasi-koperasi lainnya.

Meskipun baru berjalan kurang lebih delapan bulan, kelima koperasi sudah bisa menyisihkan Sisa Hasil Usaha (SHU) per bulan, dan memiliki omzet hingga Rp 815 juta.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Dukung Kemitraan Koperasi dan Pelaku UMKM di DIY

"Alhamdulillah dari lima koperasi sudah bisa ada progress yang luar biasa. Bisa dilihat dari koperasi sudah bisa menyisihkan SHU, itu harus disisihkan tiap bulan untuk pembagian hasil tiap tahun. Nah, dari modal awal yang masing-masing rusun kurang lebih Rp 18-20 juta, omzet bisa sampai Rp 815 juta dari total kelima rusun," terangnya.

Widodo berharap, koperasi toko kelontong bisa berfungsi sebagai penyedia produk dengan harga murah, tempat warga berjualan, sekaligus pemasok produk di luar rusun jika sudah berkembang. [NN]



 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: