Potensi Besar, Pemkab Halmahera dan Kemenperin Dorong Petani Olah Komoditas Kelapa

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
15 April 2019   08:00

Komentar
Potensi Besar, Pemkab Halmahera dan Kemenperin Dorong Petani Olah Komoditas Kelapa

Ilustrasi perkebunan kelapa (Foto : Pixabay/jomonkoikkara)

Trubus.id -- Dalam rangka membangkitkan potensi besar dengan luas lahan kelapa di Halmahera Barat yaitu sekitar 34.000 hektare (ha), Pemkab Halmahera Barat dan Kementrian Perindustrian membuat terobosan dengan mendorong petani mengolah komoditas kelapa.

Ide tersebut diwujudkan dalam bentuk sentra industri kelapa di Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Pemkab Halmahera Barat saat ini telah membuat kerjasama antara BUMD dan kelompok masyarakat untuk mengumpulkan buah kelapa lalu diolah jadi aneka produk.

Dari sentra industri kelapa tersebut, nantinya masyarakat bisa menghasilkan beberapa produk berbasis kelapa mulai arang batok kelapa, berbagai macam produk dari sabut kelapa, gula merah, baik gula batok maupun gula semut, air kelapa, nata de coco, kecap, minyak goreng, hingga virgin coconut oil (VCO).

Baca Lainnya : Dongkrak Komoditas Unggul, Kemenperin Jalankan Program Industri Kelapa di Gorontalo

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengungkapkan, pembangunan pusat industri kelapa ini sebagai upaya menciptakan nilai tambah produk olahan kelapa.

"Daya saing harus terus ditingkatkan, karena kelapa itu tidak hanya untuk kopra tapi banyak yang lain," kata Gati saat meresmikan sentra industri kelapa beberapa waktu lalu di Halmahera Utara.

Sentra industri kelapa yang diresmikan ini terdiri dari lima gedung utama yang berisi alat-alat produksi. Tiap gedung bisa menampung 60 pelaku industri kecil. Lokasi ini juga dilengkapi ruang pameran agar pengunjung bisa melihat dan membeli produksi. Proses pembangunan tempat ini dimulai pada enam bulan yang lalu.

Baca Lainnya : Kemenperin Kembangkan IKM Kelapa Terpadu di Minahasa Selatan

Bupati Halmahera Barat Danny Missy menjelaskan, IKM yang berusaha atau menggunakan tempat ini turut bertanggungjawab merawat peralatan yang ada. Dirinya optimistis sentra industri kelapa ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup warga sekitar.

Namun, dirinya mengakui karena masih tahap awal sehingga belum bisa menjelaskan berapa besar kapasitas produksi dari masing-masing jenis produk turunan kelapa. Sebagai gambaran,

"Kami pameran di Surabaya sudah banyak permintaan, tinggal produksi saja. Surabaya akan mengambil berapa pun produksi kami, terutama VCO. Jadi mungkin melalui Surabaya, VCO produksi kami bisa ke seluruh dunia," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: