62 Juta UMKM Tanah Air Sumbangkan PDB Mencapai Rp7.704 Triliun

TrubusPreneur
By Binsar Marulitua | Followers 0
12 April 2019   23:00

Komentar
62 Juta UMKM Tanah Air Sumbangkan PDB Mencapai Rp7.704 Triliun

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Koordinator Perekonomian menyatakan, kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu menjadi salah satu penentu konsistensi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sektor UMKM juga menyerap tenaga kerja mencapai 97,02% dan kontribusi sektor UMKM terhadap total investasi yang mencapai 58,18%.

"Salah satu concern kami adalah bagaimana membentuk UKM-Makers dan membuat sektor ini menjadi go-online,” kata Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UMKM Kemenko Perekonomian, Iwan Faidi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/4).

Baca Lainnya : UMKM Peran Strategis Perekonomian, Kontribusi PDB Nasional Hingga 55,56 Persen

Saat ini, dijelaskan Iwan, setidaknya tercatat 62,92 juta UMKM dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60% atau mencapai Rp7.704 triliun.  Bahkan, sekitar 4,6 juta UMKM sudah mulai memanfaatkan teknologi digital melalui platform e-commerce. Jumlah ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.

Namun, pengembangan UMKM untuk dapat memberikan performa baik dalam jangka panjang pada akhirnya juga menemukan berbagai tantangan di lapangan. Salah satunya, menurut Iwan, adalah jumlah UMKM yang memproduksi barang yang dijual secara mandiri (UMKM-Makers) yang masih terlalu sedikit.

Tercatat, dominasi UMKM-Makers terhadap total UMKM baru mencapai 5%-7%, dan selebihnya merupakan UMKM reseller yang berorientasi dalam negeri dan luar negeri.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Dukung Kemitraan Koperasi dan Pelaku UMKM di DIY

“Sedikit UMKM-Makers ini menjadi tantangan tersendiri. Untuk meningkatkan daya saing, kita tidak hanya perlu meng-online-kan UMKM saja, tetapi juga perlu menguatkan UMKM-Makers dan peningkatan daya saing produk lokal,” tegas Iwan.

Pengembangan produk unggulan dan peningkatan kapasitas UMKM sendiri yang sedang dilakukan oleh Kemenko Perekonomian, antara lain : (i) Cluster melalui One Village One Product (OVOP), dengan revitalisasi dan identifikasi produk unggulan, (ii) Aggregator, dengan revitalisasi dan penguatan ekosistem UMKM, dan (iii) Marketplace, dengan perluasan pasar melalui e-commerce. 

Tidak hanya itu, pemerintah juga konsisten membentuk ekosistem UMKM dari sisi pasar, sumber daya manusia, pengembangan produk, logistik, pembiayaan, dan perizinan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: