Koperasi Lakukan Reformasi Melalui 3 Tahapan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
12 April 2019   12:30

Komentar
Koperasi Lakukan Reformasi Melalui 3 Tahapan

Ilustrasi koperasi (Foto : Trubus.id/Iwan)

Trubus.id -- Julius Effendi, Kepala Seksi Koperasi & UKM Suku Dinas (Sudin) Koperasi, UKM serta Perdagangan Kota Jakarta Pusat, mengatakan reformasi koperasi dilakukan melalui tiga tahapan yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan peran koperasi sebagai perangkat pendorong kesejahteraan anggota dan penggerak ekonomi.

Julius mengungkapkan, reorientasi dilakukan dengan mengubah paradigma pemberdayaan koperasi dari sebelumnya berorientasi kepada kuantitas menjadi kepada kualitas.

Selanjutnya, rehabilitasi dilakukan dengan cara memperbaiki dan membangun database koperasi berbasis online data system (ODS) di seluruh Indonesia sebagai dasar penyusunan program untuk pembenahan koperasi.

Baca Lainnya : Dinas KUMKM Aktifkan 65 Persen dari 617 Koperasi di Bekasi

“Koperasi sebaiknya melakukan registrasi dengan mendaftar sertifikasi NIK [nomor induk koperasi]. Sertifikat NIK bisa didaftarkan secara online, dengan persyaratan-persyaratannya,” katanya dikutip dari Bisnis.

Sementara itu, untuk pengembangan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha yang sehat serta setara dengan badan usaha lainnya. Untuk itu, koperasi perlu didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, kuat dan mandiri, serta dukungan kelembagaan, pembiayaan, pemasaran, dan kemajuan teknologi.

Julius mengakui, saat ini koperasi menghadapi tantangan khususnya dari internal yang berdampak pada tren berkurangnya jumlah pelaku koperasi dari tahun ke tahun.

“Semakin lama semakin susut angkanya [jumlah pelaku koperasi]. Memang pengelolaan koperasi gampang-gampang susah. Namun intinya bagaimana para pengurus dan anggota sama-sama dapat meluangkan waktu dan bergerak untuk memajukan koperasi,” ujarnya.

Baca Lainnya : Kekuatan Koperasi Adalah Kumpulan Anggota Bukan Modal Segelintir Orang

Saat ini terdapat sekitar 3.000 unit koperasi di dalam binaan Sudin KUKM dan Perdagangan Kota Jakarta Pusat.  Dari jumlah tersebut, lanjutnya, hanya sekitar 2.000 unit yang merupakan koperasi aktif. Sementara itu, 1.000 unit lainnya merupakan koperasi pasif.

“Aktif di sini artinya aktif menggelar RAT setiap tahun,” katanya.

Julius juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha koperasi dan UKM. Oleh karena itu, dia mendorong para pelaku koperasi, khususnya pengurus, dapat mengikuti pelatihan yang bebas biaya tersebut.

“Kepentingan kita adalah sama-sama meningkatkan kapasitas koperasi,” katanya.

Reformasi koperasi sejalan dengan arahan pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM). [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: