IKM Gerabah dan Keramik Memiliki Potensi Besar di Dunia Global

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
11 April 2019   11:30

Komentar
IKM Gerabah dan Keramik Memiliki Potensi Besar di Dunia Global

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Industri kecil dan menengah (IKM) penghasil gerabah dan keramik hias dinilai memiliki potensi dan peluang besar untuk semakin berdaya saing di kancah nasional hingga global. Selain itu, keunggulan IKM tersebut juga ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang cukup melimpah seperti tanah liat, feldspar, pasir silika, dolomit, limestone, batu granit, dan sumber daya alam lainnya.

“Pemerintah menjadikan IKM gerabah dan keramik hias ini sebagai salah satu sektor yang perlu didorong pengembangannya, karena guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (11/4).

Baca Lainnya : Presiden Jokowi Inginkan IKM Berkembang di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo

Oleh sebab itu, Gati optimistis, kegiatan usaha IKM gerabah dan keramik hias di Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang. Kemenperin mencatat, jumlah IKM gerabah dan keramik hias lebih dari 5.200 unit usaha yang telah menyerap tenaga kerja hingga 21.470 orang.

“Sentra IKM gerabah dan keramik hias tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Gati pun mengemukakan, produk gerabah dan keramik hias Indonesia telah mampu kompetitif di tingkat internasional. Ini dibuktikan melalui capaian nilai ekspornya yang melampaui USD25,4 juta pada 2018 atau naik dibanding perolehan tahun sebelumnya yang menembus USD25,2 juta.

Beberapa negara tujuan utama ekspor tersebut, antara lain ke Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Belanda dan Britania Raya. 

Baca Lainnya : Kemenperin Dorong Generasi Milenial Tumbuhkan IKM Alas Kaki Melalui IFCC 2019

“Kami yakin, IKM gerabah dan keramik hias di Indonesia masih memiliki peluang untuk meraih pasar yang lebih besar di dunia internasional. Apalagi, adanya kerja sama ekonomi komprehensif yang sudah ditandatangani seperti dengan Australia dan EFTA,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah berharap kepada para industri keramik dalam negeri agar terus berkontribusi sebagai salah satu motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Jadi, selain dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, kami juga mendorong agar mereka bisa memperluas pasar ekspor terutama di tingkat regional,” pungkasnya.

Menperin optimistis, Indonesia berpotensi mampu menduduki peringkat ke-4 dunia sebagai produsen keramik. 

“Saat ini, kapasitas terpasang keramik nasional sebesar 560 juta meter persegi. Tentunya, setelah pemerintah memberikan keberpihakan kepada industri dalam negeri, utilitas produksi harus bisa meningkat,” ujarnya.

Baca Lainnya : 10.000 IKM Digital Jadi Target Kemenperin

Dirjen IKMA menyampaikan, pihaknya juga bertekad menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang terampil untuk mendukung daya saing IKM gerabah dan keramik hias nasional. Salah satunya adalah dengan menggelar pelatihan regenerasi kerajinan pembentukan keramik atau gerabah di Plered, Purwakarta, Jawa Barat.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang secara konsisten mengembangkan dan terus mendorong industri kerajinan keramik dan gerabah sebagai salah satu sektor andalan untuk mendorong ekonomi kerakyatan di Kabupaten Purwakarta,” katanya.

Kegiatan pelatihan yang diikuti sebanyak 40 peserta tersebut, juga berkat adanya bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Schoot Igar Glass Cikarang sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Baca Lainnya : Kemenperin Targetkan Bentuk 20.000 Wirausaha Baru IKM

Menurut Gati, perajin gerabah dan keramik di Purwakarta terus menunjukkan kinerja yang positif. Sepanjang tahun 2018, tercatat sebanyak 101 kontainer produk gerabah dan keramik hias asal Puwakarta telah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat.

“Guna menghasilkan produk yang berkualitas, perlu ditunjang desain yang baik dan indah. Hal tersebut tentunya harus didukung dengan adanya SDM yang kompeten di bidangnya,” ujarnya.  

Oleh karena itu, adanya pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis, diharapkan memberikan motivasi baru bagi pengusaha IKM gerabah dan keramik hias.

“Pemerintah berkomitmen untuk senantiasa mendukung pengembangan sektor IKM gerabah dan keramik hias di Indonesia agar berdaya saing global,” ujarnya.

Baca Lainnya : Kemenperin Fokus Dorong Pertumbuhan Wirausaha IKM Warga Binaan Pemasyarakatan

Selain menciptakan SDM kompeten, Kemenperin juga mengupayakan adanya ketersediaan gas industri dengan harga yang kompetitif dan mendorong tumbuhnya inovasi.

Salah seorang pengrajin keramik Plered, Zaelani (20) mengaku senang ikut pelatihan tersebut, karena dapat menambah ilmu pengetahuan dalam meningkatkan kompetensi dibidang kerajinan khususnya keramik. 

“Ternyata sangat banyak jenis dan model gerabah keramik ini dan menjadi pengalaman berharga bagi saya bisa belajar dalam proses pembuatan keramik ini," katanya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: