Omset Capai Puluhan Juta per Bulan dari Inovasi Sepatu Kulit Ceker Ayam

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
10 April 2019   19:00

Komentar
Omset Capai Puluhan Juta per Bulan dari Inovasi Sepatu Kulit Ceker Ayam

Sepatu dari kulit ceker ayam (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemilik sekaligus penggagas inovasi produk industri kreatif sepatu dari kulit ceker ayam, Nurman Fariekana Ramdany, mampu meraup omset hingga Rp60 juta per bulan.

Ide kreatif menghasilkan produk dari kulit ceker ayam dikatakannya membutuhkan riset sampai 3 tahun untuk bereksperimen.

“Sampai dapet formula seperti sekarang ini tidak mudah prosesnya apalagi kulit ceker ayam, kalau kulit sapi sudah biasa namun dari segi ketahanan dijamin sudah melewati uji coba dan sebanding dengan produk sepatu kulit sapi,” ujarnya baru-baru ini.

Baca Lainnya : Berharga Murah, Sepatu Buatan Mantan PSK Dolly Laris Manis

Nurman mengungkapkan, tidak hanya sekedar menjual produk konsumen, produknya juga memperhatikan pertimbangan sehingga ketahanan, kelenturan, daya gesek sudah terjamin dan memberikan garansi seumur hidup.

“Saya beri nama brand produk sepatu tersebut HIRKA, dalam bahasa turki yang artinya dicintai sehingga diharapkan konsumen dapat mencintai produk sepatu kulit ceker ayam,” katanya.

Inovasi baru menggunakan kulit ceker ayam untuk produk sepatunya diungkapkan Nurman dilatarbelakangi dari sosok ayahnya yang sempat kuliah tentang perkulitan di Jogja dan menghasilkan berbagai penelitian kulit, dari mulai kulit bebek, kulit katak, kulit pari dan kulit berbagai macam unggas.

“Hanya saja ayah tidak dilanjut, Kemudian saya mulai mencoba membuat produk awalnya dari kanvas namun saya berpikir bahwa menciptakan suatu produk butuh inovasi baru,” katanya.

Baca Lainnya : Bisnis Komponen Otomotif Memiliki Masa Depan Menjanjikan

“Kalau kanvas harus mainin dari segi harga dan itu sangat capek, kemudian saya kepikiran KFC, Mc. Donald mereka ceker ayamnya dikemanain sedangkan untuk konsumen mereka hanya pakai badannya aja,” tambahnya.

Harga yang dipatok untuk satu pasang sepatu perempuan kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Sedangkan untuk sepatu laki-laki kisaran Rp1 juta ke atas.

“Saya terus mengedukasi masyarakat kenapa harga sepatu kulit ceker ayam lebih mahal jika dibandingkan sepatu kulit sapi. Dari pengolahan kaki ayam, semua tanpa campur tangan mesin, benar asli produk olahan tangan dan prosesnya dari mulai riset hingga terciptanya bahan baku memerlukan biaya operasional yang tinggi,” jelasnya.

Nurman mengungkapkan, ada spesifikasi kulit ceker ayam yang dapat digunakan dalam pembuatan sepatu. Ayam harus memiliki berat 2 kg, setiap per 10 hari Nurman mendapatkan pasokan ceker ayam dari pengepul. Tidak hanya ceker namun hingga lutut ayam dan itu memiliki harga yang relatif mahal dari ceker biasanya.

Baca Lainnya : Dari Sekedar Hobi, Desa Petiga Kini Jadikan Tanaman Hias Sebagai Ladang Bisnis

Untuk pembuatan sepasang sepatu wanita membutuhkan 40 ceker ayam. Sedangkan pembuatan sepasang sepatu Laki-laki membutuhkan 80 ceker ayam.

“Saya mulai start 2015 untuk eksperimen kemudian launching produk 2017. Launching di Jakarta, dan responnya sangat bagus dari Singapura tertarik terhadap produk namun, mereka ingin memakai brand sendiri. Saya dalam hal itu menolak, tidak mau kalau saya hanya jadu produsen saja dan brandnya milik mereka,” tandasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: