Umbi Porang Diminati Pasar Luar Negeri, RI Eskpor ke Vietnam Senilai Rp708 Juta

TrubusNews
Thomas Aquinus
10 April 2019   17:00 WIB

Komentar
Umbi Porang Diminati Pasar Luar Negeri,  RI Eskpor ke Vietnam Senilai Rp708 Juta

Umbi Porang (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Potensi umbi-umbian lokal teranyata diniminati pasar luar negeri, salah satunya adalah Umbi Porang yang laku diekspor senilai Rp 708,45 juta ke Vietnam.

"Umbi yang banyak ditemukan di hutan ini beracun. Tapi, setelah diolah bisa dijadikan aneka bahan pangan, " ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor Porang dan Kernel Palm di GOR Andi Mappe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (9/4).

Umbi hutan dengan nama Latin Amorphopallus oncophillus ini sebenarnya oleh sebagian masyarakat bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan lokal. Umbi porang diketahui masih berasal dari hutan, bukan hasil budidaya.

"Sejak kecil kami dibesarkan dengan makanan ini, rasanya pahit dan beracun kalau pengolahannya tidak tepat, " ujar Amran. 

Walaupun beracun, umbi hutan ternyata banyak diminati masyarakat luar negeri seperti Jepang, Cina dan Vietnam.

Baca Lainnya : Bisnis Komponen Otomotif Memiliki Masa Depan Menjanjikan

"Insyaalah sekembali dari sini kami akan menyiapkan bantuan bibit, ini harus didorong karena ini aku tau hanya bisa diambil di hutan, " kata Amran. 

Menteri Amran juga berkomitmen untuk mengembangkan dengan memberikan bantuan bibit unggul.

"Ini potensi yang belum tergarap, peluang baik bagi siapa saja yang mau berusaha," katanya. 

Sementara itu, data otomasi IQFAST Badan Karantina Pertanian mengungkapkan, ekspor porang tercatat tahun 2018 sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspornya mencapai Rp 11,31 miliar. 

Baca Lainnya : Jalankan Bisnis Sambil Kuliah, Ini 4 Keuntungan yang Bakal Kamu Raih

Lantaran umbi hutan ini punya potensi untuk ekspor, Mentan memberikan phytosanitary certificate kepada para eksportir sebagai jaminan kesehatan komoditas pertanian dari pemerintah Indonesia.

Sebagai komoditas wajib periksa karantina, umbi porang atau sebagian orang menyebutnya dengan iles- iles ini diperiksa dan dijamin kesehatannya sesuai persyaratan negara tujuan ekspor oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Umbi hasil petani di Kabupaten Maros ini diperiksa oleh petugas karantina untuk memastikan bahwa komoditas tersebut telah bebas dari hama dan penyakit target sesuai dengan persyaratan SPS (sanitary dan phytosanitary) negara tujuan. Hal tersebut agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan.

Baca Lainnya : Dari Sekedar Hobi, Desa Petiga Kini Jadikan Tanaman Hias Sebagai Ladang Bisnis

Seperti diketahui, Porang memiliki banyak manfaat diantaranya digunakan dalam industri texstile, perfilmman, pertambangan, bahan perekat. Bahkan, di Jepang umbi beracun ini sebagai bahan baku pembuatan makanan Jepang seperti untuk pembuatan Konyaku dan Shirataki.

Manfaat lainnya diantaranya untuk kesehatan, kosmetika dan industri pesawat terbang yaitu sebagai bahan pembuat parasut terjun payung dan alat alat pesawat terbang. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: