Era Digital Bawa Generasi Milenial Mudah Raih Kekayaan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
09 April 2019   19:00

Komentar
Era Digital Bawa Generasi Milenial Mudah Raih Kekayaan

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengungkapkan, era digital saat telah memberikan peluang yang tak terbatas untuk para pengusaha, terutama yang masih tergolong generasi milenial raih kekayaan.

“Era ekonomi digital ini memberikan peluang tak terbatas bagi para entrepreneur. Dengan ekonomi digital, yang sudah menjadi entrepreneur, usianya bisa lebih muda lagi sekitar 20 tahun,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Airlangga meyampaikan, saat ini Indonesia sudah mempunyai empat unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang nilai valuasinya lebih dari US$ 1 miliar. Bahkan, tiga di antaranya diciptakan oleh anak muda Indonesia.

Baca Lainnya : Kemenperin Gencar Dukung IKM Sebagai Implementasi Peta Jalan Making Indonesia 4.0

“Kalau kita lihat Bukalapak, diciptakan oleh dua sampai tiga orang anak muda dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendiri Tokopedia juga masih muda. Bahkan, salah satu startup yang berpotensi menjadi unicorn baru ternyata diciptakan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Airlangga mengatakan, aspirasi besar dari pengembangan ekonomi digital dan revolusi industri 4.0 adalah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Diperkirakan, pada tahun 2030, Indonesia menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia.

“Sekarang kita nomor 16 di dunia, dan pada 2030 Indonesia akan lolos dari middle income trap. Nanti Indonesia bisa disebut upper middle income country. Sekarang masih masuk lower middle income country. Tetapi tahun depan sudah masuk middle income country,” katanya.

Baca Lainnya : Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kartu Pra Kerja Dukung SDM Berkualitas

Dengan implementasi industri 4.0,  pertumbuhan ekonomi dinilai akan naik satu hingga dua persen, kemudian bisa membuka 17 juta tambahan lapangan pekerjaan.

“Itu berdasarkan studi dari McKinsey, dan dari 17 juta itu, sebanyak 4 juta akan berada di sektor industri, sisanya ada di sektor jasa penunjang industri, sehingga itu peluang sangat terbuka untuk kita,” ujarnya seperti dilansir Wartaekonomi. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: