Bantuan Sosial di Bandung Barat Tingkatkan Perekonomian 185 KPM PKH

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
09 April 2019   18:00

Komentar
Bantuan Sosial di Bandung Barat Tingkatkan Perekonomian 185 KPM PKH

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bantuan Sosial dari program Kementerian Sosial yang digelontorkan di Kabupaten Bandung Barat diketahui mampu meningkatkan perekonomian warga setempat. Hal tersebut dibuktikan dengan sebanyak 185 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak lagi mendapatkan bantuan melalui program tersebut karena perekonomiannya sudah meningkat.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial KBB Yuyun Budiarti menyampaikan, jumlah KPM yang digraduasi tersebut tercatat sejak tahun lalu hingga triwulan pertama tahun ini. Jumlah KPM yang digraduasi memang masih jauh dari total KPM yang tercatat, yakni 73.967 KPM. 

Baca Lainnya : Bantuan Sosial Disalurkan Melalui 4 Program Andalan Kemensos

"Namun, kami terus berupaya memotivasi mereka agar mandiri, sehingga akhirnya bisa digraduasi alias tidak bergantung lagi pada bantuan PKH," ujarnya, Selasa, (9/4).

Dijelaskan Yuyun, sejumlah KPM yang digraduasi tersebut berasal dari hampir semua di 16 kecamatan. Mereka mengajukan sendiri kepada pemerintah untuk tidak lagi dicatat sebagai KPM PKH. Saat ini, mereka sudah mandiri dengan menjalani usaha kecil dan menengah (UMKM).

Para KPM tersebut nantinya akan diajukan kepada Kementerian Sosial untuk dicoret dari daftar penerima PKH.

"Namun setelah dicoret, kami tidak bisa serta merta mengalihkan bantuan itu untuk yang lain. Sebab, itu kewenangan pusat," ujarnya.

Baca Lainnya : Penerima Bantuan Sosial PKH Balikpapan Mulai Ajukan Pengunduran Diri

Saat ini, diketahui total penerima PKH di Bandung Barat yaitu 73.967, atau naik dari tahun lalu yang berjumlah 72.840 KPM. Bantuan dari Kementerian Sosial untuk PKH diberikan bagi 7 komponen, yaitu ibu hamil Rp2,4 juta/tahun, balita Rp2,4 juta/tahun, siswa SD Rp900.000/tahun, SMP Rp1,5 juta/tahun, SMA Rp2 juta/tahun, disabilitas berat dan lansia masing-masing Rp2,4 juta/tahun.

Bantuan tersebut diberikan secara bertahap setiap Januari, April, Juli, dan Oktober. Sementara itu, setiap KPM maksimal mendapatkan bantuan untuk 4 dari 7 komponen.

"Yang diambil itu bantuan yang terbesar. Jadi kalau satu keluarga memiliki 7 komponen, hanya diambil 4 yang terbesar," katanya seperti dikutip dari Pikiranrakyat.

Baca Lainnya : Bantuan Sosial Tahap 2 dan 3 Penerima PKH Mulai Dibagikan Mensos di Jawa Barat

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH KBB Dewi Yulianti mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan program Graduasi KPM kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan secara rutin dengan melakukan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga terhadap para penerima PKH.

"Di sana, kami berikan arahan dan motivasi agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung lagi terhadap bantuan," ujarnya. Saat ini, ada 236 pendamping PKH di 16 kecamatan di Bandung Barat. Setiap pendamping PKH ditargetkan bisa menggraduasi 5-6 KPM per tahun.  

Diterangkan Dewi, saat ini yang menjadi kendala para pendamping PKH yaitu menumbuhkan semangat kemandirian bagi para KPM. Hal tersebut diakuinya, sebab, tidak mudah untuk mengubah mental dari yang biasa menerima bantuan menjadi mandiri.

"Namun dengan pendekatan para pendamping PKH, perlahan-lahan beberapa KPM justru mengajukan sendiri untuk tidak lagi menerima bantuan tersebut. Ini yang harus diapresiasi," tandasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: