Bisnis Komponen Otomotif Memiliki Masa Depan Menjanjikan

TrubusNews
Thomas Aquinus
09 April 2019   08:00 WIB

Komentar
Bisnis Komponen Otomotif Memiliki Masa Depan Menjanjikan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bisnis komponen otomotif di Indonesia dinilai Kementerian Koperasi dan UKM memiliki masa depan yang menjanjikan. Oleh sebab itu, kementerian memberi kesempatan bagi pelaku koperasi dan UKM khususnya yang bergerak di bidang komponen otomotif supaya memanfaatkan peluang tersebut.

Dilihat dari data Federasi Otomotif Asean (AAF), Indonesia menjadi peringkat pertama pasar sekaligus sebagai satu- satunya negara dengan angka penjualan mobil terbesar di ASEAN. Pada 2017, penjualan mobil secara nasional di atas 1.079 juta unit, meningkat menjadi 1.151 juta unit pada 2018.

Produksi mobil di Indonesia sendiri pada 2018 berada di peringkat kedua dengan angka 1.216 juta unit, atau tumbuh 3% dibandingkan capaian tahun sebelumnya 1.177 juta unit. Indonesia juga menduduki peringkat kedua terbesar industri manufaktur mobil se-Asia Tenggara setelah Thailand. 

Baca Lainnya : Jalankan Bisnis Sambil Kuliah, Ini 4 Keuntungan yang Bakal Kamu Raih

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria br Simanungkalit mengungkapkan, pengembangan UKM atau IKM komponen otomotif sangat penting dan strategis untuk mendorong pembangunan otomotif nasional pada satu sisi, dan pada sisi lain sekaligus melibatkan partisipasi aktif bisnis KUKM dalam proses pembangunan industri otomotif nasional.

"Saya katakan penting karena industri otomotif Indonesia merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional di mana permintaan produk otomotif di dalam negeri sangat besar dan diperkirakan akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan populasi penduduk dan kemajuan ekonomi masyarakat," ujar Victoria di Jakarta,seperti dikutip Wartaekonomi, Senin (8/4),

Meski menempati urutan teratas dalam hal penjualan dan produksi mobil, namun ternyata kebutuhan komponen otomotif mobil Indonesia sebagian besar masih dipasok melalui pengusaha KUKM negara lain. Hal itu terjadi karena mutu produk UKM dalam negeri dinilai kurang memenuhi standar yang dibutuhkan.

Baca Lainnya : Dari Sekedar Hobi, Desa Petiga Kini Jadikan Tanaman Hias Sebagai Ladang Bisnis

"Besarnya impor komponen otomotif yang mencapai 80% membuat neraca perdagangan Indonesia menjadi minus. Kondisi ini juga menunjukkan pasar komponen masih dikuasai prinsipal utama dari luar Indonesia," kata Victoria.

Oleh sebab itu, Victoria menginginkan pengembangan UKM atau IKM komponen otomotif perkampungan industri kecil Pulo Gadung dapat diwujudkan dalam rangkap pengembangan industri otomotif Indonesia berkelanjutan. Hal tersebut selanjutnya dapat dikaitkan dengan melibatkan stakeholders terkait.

"Dengan demikian, menghadapi persaingan pasar global yang semakin tajam dewasa ini, komponen otomotif koperasi dan UKM kita mampu menghasilkan berbagai produk komponen otomotif yang mengungguli produk kompetitor kita dari negara pesaing baik dalam hal mutu, produktivitas maupun harga produk melalui penerapan teknologi inovatif, peningkatan SDM berkualitas, serta manajemen bisnis secara profesional," ujarnya.

Baca Lainnya : Bisnis Tanaman Wijaya Kusuma Sekali Panen Untung Rp25 Juta

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan daya saing KUKM lokal, Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI), serta pemerintah daerah juga mengadakan program pengembangan daya saing dan kemitraan KUKM Indonesia dengan pihak terkait. Adapun program ini mempunyai dua sasaran utama.

Pertama, dari sisi pengembangan SDM yang meliputi pemahaman teknis bisnis otomotif, budaya usaha atau industri yang sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun yang akan datang, dan juga dari sisi networking. Kedua, dari sisi pengembangan organisasi KUKM memiliki sertifikat atau standar internasional agar bisa kompetitif.

"IOI dengan para expert akan terus melakukan asistensi dan konsultasi ke KUKM dan secara periodik akan melakukan evaluasi bersama pemerintah," kata Presiden IOI, I Made Dana Tangkas.

Baca Lainnya : Bisnis Bambu China, Mampu Raup Rezeki Capai Rp15 Juta per Bulan

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Perkampungan Industri Kecil (Kopik) Pulo Gadung dan IOI bidang peningkatan kapasitas building para anggota Kopik, khususnya dari para UKM logam dan IKM pembuat komponen otomotif di PIK serta peningkatan kualitas hasil produksinya yang dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan usaha.

"Kegiatan ini diharapkan para UKM logam di PIK mampu memasok kebutuhan kualitas dan kapasitas yang memadai dan mudah-mudahan untuk tahun depan bisa dilanjutkan bagi para UKM di PIK lainnya," kata Ketua Kopik Pulo Gadung Ali Rasyidi.

"Ini harapan kami, semoga pemerintah sependapat dengan kami, mengingat para UKM adalah sebagai sumber perekonomian Indonesia yang menyerap tenaga kerja paling besar dan mampu berubah secara cepat untuk mempertahankan kehidupannya," pungkas Ali seperti dilansir Wartaekonomi. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: