Bank Sampah Sekolah Tumbuhkan Nilai Kesadaran Lingkungan Siswa

TrubusNews
Thomas Aquinus
05 April 2019   16:00 WIB

Komentar
Bank Sampah Sekolah Tumbuhkan Nilai Kesadaran Lingkungan Siswa

Bank sampah sekolah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- SMPN 6 Purwodadi menjadi sekolah pertama di wilayah Kota Purwodadi yang membentuk program bank sampah di lingkungan sekolah. Sekolah tersebut melaksanakan launching bank sampah dengan mengumpulkan 10 ribu botol bekas hasil pengumpulan siswa selama sebulan.

Kepala SMPN 6, Purwodadi Sudi Winoto menyampaikan, motivasinya membentuk bank sampah bermula dari tak adanya kesadaran membuang sampah di sekolahnya. Dirinya pun mulai tergerak membuat gerakan menabung sampah yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mengelola sampah oleh seluruh warga sekolah.

”Ini ide agar anak-anak lebih kreatif. Selain sampah plastik dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, juga akan didaur ulang. Kami sudah siapkan dua alat dari Semarang untuk mendaur ulang,” katanya.

Baca Lainnya : Meraup Pundi Dari Inovasi Kader Bank Sampah

Disampaikan Puwodadi, dalam sepekan tiap siswa minimal mengumpulkan 10 sampah botol yang didapat dari jalanan. Setelah satu bulan, sampah yang sudah terkumpul di setiap kelas dijadikan satu untuk dilelang dan sebagian didaur ulang.

Sementara itu, hasil lelang 50 persen uang akan diserahkan ke anak, kemudian 10 persen untuk pengelola, 10 persen untuk membantu siswa yang tak mampu dan sisanya untuk operasional dan kas kelas. Pihaknya juga bekerjasama dengan BKK untuk membantu pengelolaan keuangan.

Setelah pengumpulan sampah botol, pekan depan siswa diminta mulai mengumpulkan sampah kardus dan kertas. Sehingga Reuse, Reduece dan Recycle (3R) juga bisa dimanfaatkan.

Baca Lainnya : Menteri Desa PDTT Inginkan Dana Desa di Gianyar Fokus Bangun Bank Sampah

Sementara itu, Direktur bank sampah SMPN 6 Purwodadi Pingkan Amelia, menjelaskan, bank sampah di sekolahnya akan dikelola 25 siswa. Mereka menjadi pengurus inti, dimana setiap kelas memiliki satu wakil pengurus.

”Peran mereka sudah ditentukan, ada yang sebagai penerima uang dan pengumpulan. Kemudian ada yang input ke buku yang telah dibuatkan bank mitra,” katanya.

Melalui gerakan tersebut, dirinyaberharap selain bernilai ekonomis juga mempunyai manfaat sebagai sarana edukasi untuknya dan seluruh siswa. Sehingga bisa menumbuhkan nilai-nilai kejujuran, kebersihan, interaksi sosial, dan kebersamaan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: