Koperasi dan UMKM Perlu Direstrukturisasi

TrubusNews
Thomas Aquinus
04 April 2019   08:00 WIB

Komentar
Koperasi dan UMKM Perlu Direstrukturisasi

Ilustrasi koperasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM), perlu direstrukturisasi guna menjaga stabilitas kinerja dan daya saing KUMKM agar tidak terjadi krisis usaha. 

Asisten Deputi Pemetaan Kondisi dan Peluang Usaha, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Sri Istiati mengatakan restrukturisasi usaha tidak hanya dilakukan saat usaha KUMKM mengalami penurunan. Restrukturisasi juga harus dilakukan secara terus-menerus agar kinerja KUMKM lebih baik. 

Menurutnya, untuk melakukan restrukturisasi usaha para pelaku usaha harus didampingi oleh para konsultan dan para pendamping KUMKM sampai usahanya baik kembali. 

Baca Lainnya : PLUT-KUMKM Tasikmalaya Disambut Antusias Pelaku Koperasi dan UMKM

"Untuk melakukan rstrukturisasi usaha, para konsultan dan pendamping KUMKM terlebih dahulu mengukur kondisi kesehatan koperasi dan UMKM yang akan direstrukturisasi, apakah usahanya sehat, kurang sehat atau tidak sehat," kata Sri saat membuka Pelaksanaan Restrukturisasi Usaha kepada Koperasi dan UMKM binaan PLUT-KUMKM, bagi konsultan PLUT, pendamping KUMKM (konsultan keuangan mitra bank, petugas penyuluh koperasi lapangan, inkubator bisnis), pengurus koperasi dan UMKM untuk DI Yogyakarta di PLUT-KUMKM Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dalam mengukur kondisi kesehatan koperasi dan UMKM, Kemenkop dan UKM telah menyediakan aplikasi sistem peringatan dini (early warning system/EWS) sebagai alat diagnosis kinerja usaha koperasi dan UMKM.

Sistem ini mampu mendeteksi dari tiga aspek, yaitu kelembagaan, finansial, dan portofolio usaha. Dari hasil diagnosis, dapat dilihat  aspek dan indikator mana yang tidak sehat dan perlu direstrukturisasi. 

Baca Lainnya : Ayo Pelaku Koperasi dan UMKM Segera Manfaatkan PLUT-KUMKM

Sri mengungkapkan, selain aplikasi EWS, ada juga skema dan standar operasional prosedur (SOP) untuk memberikan solusi yang tepat dan benar sehingga aspek-aspek yang dinilai kurang sehat dapat ditata kembali agar menjadi sehat dan tetap berdaya saing. 

Sri Istiati juga menambahkan, dengan pelaksanaan restrukturisasi usaha ini, diharapkan para konsultan PLUT dan pendamping KUMKM dapat memanfaatkan dengan baik EWS, skema, dan SOP yang merupakan satu paket alat untuk merestrukturisasi usaha koperasi dan UMKM dengan benar.

Salah seorang konsultan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta, Yuli Apriyandi mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu mereka memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap kinerja KUMKM yang selama ini mereka dampingi. 

Baca Lainnya : Ini Dia Syarat dan Tantangan PLUT-KUMKM Go Global

"Terbukti setelah meng-input data UMKM dan dilakukan pendampingan, Ibu Hana Sukemi dari My Café merasakan sangat terbantu sekali dan kondisi kinerjanya lebih baik lagi," ujar Yuli seperti dikutip Wartaekonomi[NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: