Topi Bambu Banten Tarik Minat Pengusaha Korea Selatan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
01 April 2019   19:00

Komentar
Topi Bambu Banten Tarik Minat Pengusaha Korea Selatan

Ilustrasi topi bambu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Usaha topi bambu yang dikerjakan oleh perajin di Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten menarik minat pengusaha asal Korea Selatan dan berencana ingin menjajaki bisnis bersama. 

"Kami sudah mendapatkan kunjungan dari Korea Selatan yang tergabung dalam lembaga resmi "Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra)" dan mereka melihat langsung kegiatan perajin topi bambu," ujar pegiat topi bambu Agus Hasanudin di Tangerang, Senin (1/4).

Agus menyampaikan pengusaha asal Korsel tersebut juga melihat kegiatan koperasi topi bambu termasuk manajemen pengelolaan dan pemasaran.

"Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra)" sendiri merupakan sebuah Agen Perdagangan, Pemasaran dan Promosi Kedutaan Besar (Kedubes) Korea Selatan di Jakarta. Kali ini Kotra berkesempatan meninjau koperasi topi bambu di Cikupa.

Baca Lainnya : Bisnis Bambu China, Mampu Raup Rezeki Capai Rp15 Juta per Bulan

Wakil Presiden Direktur Kontra, Lee Chang Hyun mengungkapkan, telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) untuk pengembangan koperasi di Indonesia.

Pada kunjungan tersebut, Hyun mengaku terkesan dengan produk topi bambu yang dihasilkan dari perajin karena bahan baku bambu tidak sulit diperoleh. Selain itu, bahan baku kerajinan topi tersebut termasuk ramah lingkungan dan dapat dilakukan daur ulang sehingga tidak merusak alam sekitar.

Hyun dan rombongan juga mengapresiasi upaya perajin karena masih menerapkan pembuatan topi secara alami dan melalui kerajinan tangan tanpa mesin.

Baca Lainnya : Di Balik Viral Hutan Bambu Kekinian Bekasi yang Dahulu Tempat Melepas Lelah

Pemerintah Korea Selatan sendiri telah menjalin kesepakatan dengan Indonesia dan komitmen satu desa satu produk bahwa pengusaha Korea yang menanamkan modal di Indonesia diharapkan dapat membantu produk lokal.

Agus berharap topi bambu hasil buatannya dapat dipasarkan di Korea Selatan sehingga menambah pendapatan bagi perajin setempat.

Topi bambu sendiri merupakan lambang dari Kabupaten Tangerang dan topi tersebut telah dikenal sejak penjajahan Belanda serta digunakan oleh Gerakan Pramuka Indonesia. Namun saat ini, usaha topi mulai redup seiringan Gerakan Pramuka mengunakan topi yang terbuat dari kain. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Pemadaman Listrik Merugikan Pelaku UMKM

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: