Kekuatan Koperasi Adalah Kumpulan Anggota Bukan Modal Segelintir Orang

TrubusNews
Thomas Aquinus
29 Mar 2019   06:00 WIB

Komentar
Kekuatan Koperasi Adalah Kumpulan Anggota Bukan Modal Segelintir Orang

Ilustrasi koperasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengungkapkan bahwa kekuatan koperasi adalah kumpulan anggota, bukan kumpulan modal yang bertumpu pada beberapa orang. Oleh sebab itu, Puspayoga menginginkan koperasi harus memperbesar jumlah anggotanya untuk kesejahteraan bersama.  

Prinsip inilah yang saat ini tengah dijalankan Kementerian Koperasi dan UKM melalui program Reformasi Total Koperasi yang menekankan koperasi harus menjadi koperasi berkualitas, bukan kuantitas.  

"Sekarang kita bisa melihat sudah ada koperasi yang masuk Bursa Efek Indonesia, koperasi membeli perusahaan asuransi Takaful dari Malaysia dan koperasi beromzet triliunan rupiah," ujar Menteri Puspayoga dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) Tahun Buku 2018, Kamis (28/3), seperti dilansir Wartaekonomi.

Baca Lainnya : Koperasi di Tangsel Dapat Bimbingan Peningkatan Kualitas

Menurutnya, kekuatan koperasi berada pada kumpulan orang sebagai jalan menuju pemerataan kesejahteraan. 

"Koperasi harus memiliki banyak anggota, koperasi tanpa anggota tidak ada artinya," ujarnya.

Melalui program Reformasi Total Koperasi yang dijalankan Kemenkop UKM, memberikan dampak dengan meningkatnya kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dari 1,71% di 2014, naik menjadi 4,48% pada 2017. Bahkan, Menteri Puspayoga optimis PDB koperasi 2018 akan naik hingga lebih dari 5%. 

"Jangan berkecil hati, koperasi bisa sejajar dengan BUMN dan swasta besar.  Pemerintah konsisten pada orientasi koperasi adalah kualitas," katanya.  

Baca Lainnya : Koperasi di Luwu Timur Didorong Bermitra dan Berbasis Teknologi

Menteri Puspayoga juga mengapresiasi hadirnya KPUM yang dinilai mampu berkembang melalui diversifikasi usaha. KPUM yang merupakan koperasi transportasi terbesar di Medan memiliki unit usaha angkutan, SPBU, simpan pinjam, perumahan, taksi, dan BPR.  

Ketua KPUM Jabmar Siburian mengungkapkan, diversifikasi usaha dilakukan agar koperasi dapat berkembang dengan baik karena usaha transportasi konvensional menghadapi tantangan dari bisnis transportasi online.

Namun, Jabmar menyampaikan pihaknya akan melakukan berbagai perubahan dalam teknologi agar usaha transportasi ini tidak tertinggal.

"Kalau tidak ada perubahan bisnis, transportasi hanya akan tinggal nama," ujarnya.

KPUM sendiri untuk tahun buku 2018 memperoleh SHU (sebelum pajak) sebesar Rp772,9 juta. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: