Abdul Qohar Budi Daya Pepaya di Lahan Kering Hasilkan Rp20 Juta per Bulannya

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
26 Mar 2019   13:30

Komentar
Abdul Qohar Budi Daya Pepaya di Lahan Kering Hasilkan Rp20 Juta per Bulannya

Ilustrasi perkebunan pepaya calina (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Saat ini menjadi petani adalah salah satu pekerjaan yang sudah sepatutnya Trubus Mania coba dan perhitungkan. Banyak kisah sukses yang bisa membuat kamu semakin termotivasi dan memberikan inspirasi. Salah satunya adalah Abdul Qohar dari Lamongan, budi daya pepaya yang dilakukan di lahan kering dan tandus ternyata mampu menghasilkan Rp20 juta per bulannya. 

Menanam pepaya Calina di lahan kering dan tandus yang biasanya hanya ditanami tembakau atau jagung membuat dirinya menjadi bahan olok-olokan warga sekitar. Selain pemasaran buah pepaya yang dianggap kurang jelas dan tidak pasti, tanaman tersebut umumnya juga membutuhkan lahan yang subur dengan jumlah air yang cukup banyak.

Namun, semua itu dibuktikannya dengan ketekunannya dalam membudidayakan pepaya yang akhirnya membuahkan hasil. Pada panen pertama, Abdul mendapatkan penjualan yang cukup besar dan mampu mendapatkan penghasilan tambahan yang menarik minat dan perhatian petani lainnya. Bukti keberhasilannya mulai dilirik oleh petani lainnya. Setelah beberapa waktu, petani yang berminat menjadi petani pepaya semakin banyak dan tertarik untuk belajar budidaya tanaman pepaya Calina.

Baca Lainnya : Maya Stolastika Sukses Kembangkan Pertanian Organik dengan Pemasaran Terbalik

"Banyaknya kebun pepaya calina yan sukses, membentuk petani lain membudidayakannya", ujar Qohar.

Oleh sebab itu, kelompok tani Godong Ijo Sejahtera kemudian digunakan sebagai organisasi yang membantunya dalam membagikan cara dan tips bertani pepaya yang kemudian banyak ditiru oleh petani-petani lain. Bahkan, pertumbuhan jumlah anggota kelompok tani tersebut mengalami peningkatan yang pesat dan menyebar ke beberapa desa tetangga.

Menurutnya, budidaya pepaya jenis Calina sangat menguntungkan dan mudah untuk dilakukan karena jenis pepaya tersebut dapat hidup dengan baik di lahan kering sekalipun. Pada saat dewasa, tanaman buah tersebut bisa dipanen hingga dua kali dalam seminggu. Penghasilan mingguan yang diperoleh tentu saja sangat membantu petani dalam mencukupi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Baca Lainnya : Sukses Bisnis Kue, Remaja 15 Tahun Hasilkan Belasan Juta dalam Satu Bulan

"Setidaknya kini petani memiliki pemasukan tiap minggunya, sebab pepaya calina ini bisa dipanen dua kali dalam seminggu", ujarnya

Dampak kegigihan Abdul Qohar akhirnya membawa hasil. Kerja kerasnya melalui kelompok tani Godong Ijo Sejahtera dalam mencari dan menjalin kemitraan dengan distributor buah-buahan, berhasil membawa Lamongan dikenal sebagai daerah penghasil buah Pepaya terbesar ketiga di Jawa Timur.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan juga memberikan dukungan dan tanggapan positif. Bahkan, Bupati Lamongan, Fadeli mengikutsertakan pengembangan perkebunan pepaya Calina dalam program pemerintahan dengan nama program Gemerlap.

Baca Lainnya : Kisah Sukses Mulyono, Dipenjara Karena Sapi, Bangkit dan Berjaya Berkat Murai Batu

Selain itu pemerintah daerah juga membuat koperasi petani pepaya dengan dilakukannya pelatihan budidaya tanaman pepaya, dan pemberian atau hibah unit pengolah pupuk organik kepada petani pepaya.

Pada tahun 2016 lalu, total kebun Pepaya Calina di Kabupaten Lamongan seluas 15 hektar. Banyaknya jumlah pohon pepaya yang bisa ditanam dalam satu hektar mencapai 1520 pohon dan menghasilkan pendapatan per hektar mencapai Rp 18-20 juta, tergantung faktor kegagalan yang mungkin terjadi.

Hingga saat ini, budidaya pepaya semakin banyak diminati. Dapat dipastikan luas lahan dan jumlah petani yang membudidayakannya terus bertambah, sering dengan bertambahnya  jangkauan konsumen dan mudahnya transportasi pengiriman. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: