Koperasi Perlu Hilirisasi Produk Pertanian Untuk Peningkatan Ekonomi Desa

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
14 Mar 2019   12:00

Komentar
Koperasi Perlu Hilirisasi Produk Pertanian Untuk Peningkatan Ekonomi Desa

Ilustrasi koperasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendorong koperasi di Indonesia untuk melakukan hilirisasi produk pertanian dengan tujuan mendongkrak pendapatan petani sekaligus meningkatkan ekonomi di pedesaan.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemkop dan UKM, Victoria Simanungkalit, di Jakarta, Rabu (13/3), menyampaikan bahwa pengembangan hilirisasi (industrialisasi) pertanian tidak saja ditujukan untuk meningkatkan jumlah pasokan bahan pangan dan jenis produk pangan di pasar, tetapi juga untuk meningkatkan ekonomi di perdesaan.

Sebelumnya, pada September 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan gagasan korporasi petani dengan tujuan agar para petani terlibat dan mendapat nilai tambah dari proses pengolahan hasil produksi pertaniannya. Petani harus mampu masuk ke industri, jangan lagi menjual produk mentah tapi harus mampu mengolah untuk memperoleh nilai tambah.

Baca Lainnya : Kini, Saatnya Membangun Kualitas Koperasi Bukan Kuantitas

“Pemerintah sekarang sedang mendorong koperasi skala besar yang mampu kelola industri di perdesaan agar produk yang dijual itu berupa komoditi bernilai tambahbagi petani anggota koperasi," ujarnya pada pembukaan kegiatan “Temu Lapang Dalam Rangka Korporasi Petani Model Koperasi Rapat Koordinasi Jadwal Tanam/Panen” di Semarang.

Menurutnya, tantangan terbesar industri pengolahan adalah kontinuitas pasokan bahan baku. Terkadang industri terhenti karena putusnya pasokan bahan baku karena berbeda kepentingan antara kepentingan industri untuk memperoleh harga bahan baku murah dengan kepentingan petani untuk memperoleh harga jual yang tinggi.

Baca Lainnya : Koperasi Digital Tingkatkan Kehidupan Masyarakat Prasejahtera

Namun kata Victoria, permasalahan ini dapat teratasi apabila industri dimiliki oleh petani karena keuntungan pabrik adalah juga keuntungan petani.

"Namun demikian akan sangat rumit apabila setiap individu petani langsung berperan sebagai shareholders dalam industri tersebut sehingga diperlukan lembaga koperasi yang akan berperan sebagai shareholders dimana koperasi sendiri adalah milik petani," pungkasnya. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Koperasi Indonesia Alami Kemajuan Besar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan:          
Bagikan: