Kenali 5 Cara Raup Untung dari Beternak Ayam Petelur

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
14 Mar 2019   09:00

Komentar
Kenali 5 Cara Raup Untung dari Beternak Ayam Petelur

Ayam petelur (Foto : Pixabay/RitaE)

Trubus.id -- Kebutuhan permintaan pasar akan telur terus meningkat dari waktu ke waktu. Bagi Trubus Mania yang berminat budi daya ayam petelur, inilah kesempatan mengambil peluang pasar ternak ayam petelur yang bisa kamu coba.

Ternak ayam biasanya dibedakan menjadi ayam pedaging dan ayam petelur. Ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang dapat menghasilkan telur dalam jumlah banyak dan terus-menerus. Telur yang dihasilkan oleh ayam petelur ini dapat dibudidayakan untuk dijual. Hingga saat ini, kebutuhan akan telur masih saja meningkat.

Jika Trubus Mania berminat menjalankan budi daya ayam petelur dan mengambil peluang bisnisnya, kamu perlu mengetahui terlebih dulu cara ternak ayam petelur dengan benar. Nah,berikut ini adalah 5 cara ternak ayam petelur yang bisa kamu coba:

1. Persiapkan lokasi kandang
Hal pertama yang harus Trubus Mania lakukan  adalah menyiapkan lokasi atau kandang bagi ayam. Usahakan lokasi kandang yang kamu pakai cukup jauh dari pemukiman warga, sehingga bau yang timbul dari kotoran atau dari ayam tersebut tidak sampai mengganggu warga sekitar.

Selain itu, penting juga diketahui bahwa lokasi kandang tidak terlalu ramai dapat membantu ayam kamu terhindar dari stres.

Usahakan juga lokasi yang Anda pilih masih cukup mudah dijangkau oleh alat transportasi. Dengan begitu, proses pengawasan dan pemeliharaan akan berlangsung lebih mudah.

Ada dua tipe kandang yang bisa kamu pilih, yaitu kandang umparan/koloni, atau kandang baterai. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Kandang umparan atau kandang koloni menempatkan banyak ayam dalam satu kandang. Namun, kekurangannya dari kandang model ini yaitu ayam peternak bertelur langsung di lantai, sehingga kamu perlu mengumpulkan telur-telur ini secara khusus.

Sementara itu untuk kandang baterai, ruang gerak ayam akan lebih terbatas sehingga ayam akan lebih fokus untuk bertelur. Dalam kandang baterai, satu kandang hanya diisi oleh satu ayam saja dan tidak memakan banyak tempat karena bisa disusun hingga 4 tingkat ke atas.

Baca Lainnya : Bangkitkan Jiwa Wirausaha Melalui Pelatihan Ternak Kambing

2. Bibit Ayam

Di Indonesia, saat ini ada dua bibit ayam yang biasa dijual, yaitu ayam ras petelur putih dan ayam petelur coklat. Ayam dengan ras petelur coklat memiliki ukuran sedikit lebih besar dari ayam petelur putih. Namun, secara kandungan nutrisi keduanya sama saja.

Dalam memilih bibit ayam, Trubus Mania harus pintar perhatikan bibit yang sehat, tidak cacat, bulu menutup rata, pertumbuhannya normal, dan berasal dari indukan unggul atau penjual yang percaya.

Jika kamu berencana membeli bibit dari anakan, perhatikan apakah anak ayam berasal dari induk yang sehat atau tidak, bulu menutup dengan rata dan halus, tidak ada cacar pada tubuh, nafsu makan bagus, ukuran badan normal dengan berat badan ideal, serta tidak ada feses atau kotoran pada bagian duburnya.

3. Pemberian Pakan

Langkah selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah cara pemberian pakan. Pakan yang berkualitas adalah pakan yang memiliki kandungan protein, karbohidrat, mineral, kalsium, dan vitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam.

Trubus Mania bisa memberikan pakan kepada ayam dalam bentuk konsentrat, dedak, dan jagung yang sudah digiling. Ayam yang kurang mendapatkan pakan tidak dapat memberikan hasil produksi yang maksimal.

Begitu juga ayam yang berlebihan mendapat pakan akan membuat ayam tersebut mengalami penumpukan lemak dan menurunkan produksi telur.

Baca Lainnya : Prospek Peternakan Kambing Perah di Metro, Lampung Cerah

4. Perawatan Kesehatan dan Kebersihan

Trubus Mania wajib memperhatikan perawatan kesehatan ayam. Perawatan ayam bisa dilakukan melalui pemberian vaksin dan vitamin secara rutin. Dengan begitu, kekebalan tubuh ayam akan lebih terjaga.

Tidak lupa kebersihan kandang juga harus selalu dijaga agar ayam lebih sehat. Jangan biarkan kotoran ayam sampai menumpuk. Lakukan pembersihan berkala dengan menggunakan disinfektan atau cuci kutu untuk menjaga kandang agar lebih steril.

5. Masa Panen

Ayam petelur biasanya akan menghasilkan telur setelah memasuki usia 4 bulan. Setiap hari ayam akan menghasilkan telur yang dapat kamu panen atau kumpulkan.

Namun setelah selesai dipanen, jangan langsung memasarkan telur tersebut. Sortir dan pisahkan telur yang bagus kualitasnya dengan telur yang abnormal.

Biasanya telur yang abnormal memiliki ukuran yang lebih besar, lebih kecil, atau bentuknya terlalu lonjong atau gepeng. Hanya telur yang berkualitas sajalah yang nantinya bisa kamu jual ke pasar. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: