Kini, Saatnya Membangun Kualitas Koperasi Bukan Kuantitas

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
13 Mar 2019   13:00

Komentar
Kini, Saatnya Membangun Kualitas Koperasi Bukan Kuantitas

Kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga ke Kabupaten Dharmasraya (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam acara "Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam Pemberdayaan KUKM", di Dharmasraya, Sumatera Barat, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meminta kepada Bupati Dharmasraya untuk tidak terlalu banyak mendirikan koperasi. Menurutnya saat ini bukan membangun koperasi secara kuantitas melainkan kualitas.

"Tidak apa-apa jumlah koperasi sedikit, namun berkualitas. Dengan revolusi total koperasi yang kita gulirkan, kita targetkan membangun kualitas koperasi. Sudah banyak koperasi besar di Indonesia dengan aset triliunan rupiah, seperti Kospin Jasa, KSP Sidogiri, dan sebagainya," ujar Puspayoga, Selasa (13/3).

Dari langkah-langkah pemberdayaan koperasi di Indonesia, Puspayoga menyampaikan, saat ini kontribusi koperasi terhadap PDB nasional mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2014, kontribusi koperasi pada PDB nasional masih bertengger di level 1,71 persen. Pada akhir 2017, sudah berada pada kisaran 4,48 persen.

Baca Lainnya : 5 Unsur Penting Kembangkan Koperasi dan Produk UMKM

"Saya yakin, PDB koperasi akan meningkat pada tahun 2018 yang sedang dalam penghitungan, yaitu di atas 5 persen," ujar Puspayoga.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mengatakan, pihaknya saat ini terus mendorong pelaku KUKM untuk mengembangkan pasar bagi produknya melalui pemasaran online.

"Kita memiliki program khusus untuk pelatihan-pelatihan pemasaran online bagi KUKM di Dharmasraya. Kita tidak bisa membendung kemajuan teknologi. Suka atau tidak suka, bila ingin memiliki pasar yang luas, maka harus menguasai pasar online. Kompetensi SDM KUKM kita harus kuat," ujarnya.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Latih Pegiat Film di Sumbar Mendirikan Koperasi

Ditambahkannya, saat ini pihaknya akan terus melakukan gebrakan untuk mengembangkan 204 koperasi dan 9.644 UKM di Dharmasraya.

"Dari jumlah tersebut, ada sekitar 6.500 usaha mikro yang sangat membutuhkan bantuan akses permodalan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya," ujar Sutan Riska.

Bupati Dharmasraya  juga bertekad untuk terus mengejar ketertinggalan dari wilayah lain di Sumbar. Di usia Kabupaten Dharmasraya yang ke-15 tahun, Sutan Riska mengungkapkan bahwa pada 2015, wilayahnya sudah keluar dari label daerah tertinggal.

Baca Lainnya : Mengembalikan Kejayaan TPI Kepada Koperasi Perikanan

"Selain pembangunan infrastruktur, kita juga membangun pasar bersih, sentra industri logam, dan sebagainya. Selain itu, kita juga kembangkan SDM kejuruan," katanya.

Sutan Riska menegaskan bahwa kunci sukses pembangunan di Dharmasraya adalah kuatnya sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

"Dana APBN mengalir melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), tak kurang dari Rp 1,4 triliun untuk membangun infrastruktur di Dharmasraya. Kalau infrastruktur baik, maka tingkat ekonomi pun akan meningkat," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Koperasi Indonesia Alami Kemajuan Besar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan:          
Bagikan: