Kemendes PDTT Berhasil Bangun 20 Kota Terpadu Mandiri di Kawasan Transmigrasi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
12 Mar 2019   18:00

Komentar
Kemendes PDTT Berhasil Bangun 20 Kota Terpadu Mandiri di Kawasan Transmigrasi

Kota Terpadu Mandiri (KTM) (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebanyak 20 Kota Terpadu Mandiri (KTM) di kawasan transmigrasi berhasil dibangun Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). KTM inilah yang nantinya akan menjadi embrio kota kecil/kecamatan di kawasan transmigrasi.

Terkait hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah  Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo enyatakan, KTM di kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi yang besar. Untuk itu, ia ingin mendorong kawasan transmigrasi menjadi pusat ekonomi baru di daerah perbatasan.

"Di sana (perbatasan) akan banyak peluang. Pengembangan transmigrasi tidak hanya di bidang pertanian saja, bisa juga transmigrasi pariwisata. Karena ternyata desa pariwisata tumbuhnya cepat. Seperti di Kepri (Kepulauan Riau) yang cocok di Pariwisata," katanya di Jakarta, Senin (11/3).

Baca Lainnya : Kemendes PDTT Dukung Revitalisasi Kota Terpadu Mandiri Pawonsari

Selain desa, Menteri Eko juga akan mendukung program transmigrasi menjadi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mendatang. Hal tersebut dinilai karena pengembangan Kota Terpadu Mandiri berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan transmigrasi hingga 2-3 kali lipat.

"KTM harus benar-benar diseriusi agar menjadi model yang dikagumi. Karena ini potensi ekonominya cukup besar. Prioritas KTM harus jadi lebih banyak lagi," ungkapnya.

Sementara itu,Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT, H.M Nurdin menyatakan, 20 KTM yang telah terbangun tersebut menandakan telah tercapainya target RPJMN 2015-2019. Dari total kawasan tersebut, 8 KTM di antaranya telah berjalan optimal. Sementara 12 KTM lainnya masih dalam proses pengembangan.

Baca Lainnya : Program Transmigrasi Sudah Bangun 3.608 Permukiman di 619 Kawasan

"Yang belum optimal 12 kawasan, tapi sudah mulai aktivitas. Indikatornya paling tidak pasar. Karena dengan aktifnya pasar, minimal perputaran ekonomi meningkat. Yang belum optimal ini pasar masih 2 kali atau satu kali dalam satu minggu, kalau yang sudah optimal pasar berjalan setiap hari," kata Nurdin.

Terkait hal tersebut, Kemendes PDTT saat ini tengah menggenjot 12 KTM yang belum optimal tersebut agar berfungsi sebagaimana mestinya. Ia ingin, semua KTM menjadi pusat pertumbuhan baru meskipun dalam skala kecil.

"Kita optimalkan agar pasar bisa berfungsi setiap hari, begitu juga dengan bank-bank," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: