Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kartu Pra Kerja Dukung SDM Berkualitas

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
12 Mar 2019   17:00

Komentar
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kartu Pra Kerja Dukung SDM Berkualitas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pengamat Teknologi Informasi dan Komunikasi & Ekonomi Kreatif Hasnil Fajri mengungkapkan, program Kartu Pra Kerja yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi mendukung generasi muda memiliki kemampuan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Melalui kartu ini, para lulusan baik dari tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi bisa mendapatkan program pelatihan keterampilan atau vocational training.

Sebelumnya, guna memasuki era revolusi industri 4.0 Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Menurutnya, saat ini kualitas SDM Indonesia masih tertinggal untuk masuk ke industri 4.0.

"Ini juga pekerjaan rumah, walaupun kita punya populasi besar yakni nomor 4 di dunia tapi bicara kesiapan daya saing manusia kita masih tertinggal untuk hadapi 4.0," ujarnya, Selasa (12/3).

Baca Lainnya : Hadapi Revolusi Industri 4.0 Kemenkop UKM Jalin Kerja Sama dengan India

Hasnil menyatakan, Indonesia memiliki keunggulan bonus demografi yang puncaknya akan dirasakan pada tahun 2030. Menurutnya, ini akan menjadi peluang jika bisa dimanfaatkan dengan tepat. Maka, yang dibutuhkan saat ini adalah peningkatan pendidikan vokasi baik di tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi.

Kartu Pra Kerja akan bermanfaat bagi anak-anak muda yang baru saja lulus pendidikan dan tengah mencari pekerjaan. Di mana pemilik kartu tersebut nantinya akan mendapatkan dana insentif dari pemerintah, namun hanya dalam kurun waktu 6-12 bulan.

"Jadi paling enggak sebelum dia dapatkan kerja itu diberikan pelatihan dan disubsidi," ujarnya.

Baca Lainnya : Hadapi Revolusi Industri 4.0 Indonesia Telah Investasi SDM Sejak Dini

Sementara itu, di sisi lain pihak swasta juga harus berperan dalam meningkatkan kualitas SDM, sebab perkembangan teknologi akan semakin menggeser tenaga kerja manusia dengan otomatisasi. Hal ini bisa meningkatkan jumlah pengangguran di Tanah Air, maka pemerintah dan swasta perlu berkolaborasi untuk menanganinya.

"Pemerintah tidak bisa sendirian menghadapi ini, swasta juga perlu berperan. Kedepan tantangan akan sangat berat dan kita mesti siap. Saya yakin kita pasti mampu kalau kampus, pelaku usaha (pihak swasta), pemerintah dan juga komunitas mampu berkolaborasi," ungkapnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: