Sertifikasi dan Standardisasi Produk UMKM Memudahkan Konsumen Online

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
11 Mar 2019   08:00

Komentar
Sertifikasi dan Standardisasi Produk UMKM Memudahkan Konsumen Online

Ilustrasi produk UMKM (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan sertifikasi dan standardisasi produk seperti merek, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan halal sangat penting bagi setiap produk koperasi dan UMKM. Dengan adanya standardisasi dan sertifikat tersebut, diyakini akan memudahkan bagi pembeli online untuk memilih produk.

Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar-Lembaga, Luhur Pradjarto mengungkapkan, dengan era revolusi industri 4.0, UMKM dapat lebih mudah memasarkan produknya secara online (e-commerce). Namun kata dia, agar produk UMKM dan koperasi diminati oleh konsumen, maka perlu melakukan sertifikasi dan standarisasi produk.

"Sebagai wirausahawan pelaku UMKM, untuk mengantisipasi tantangan, harus melakukan inovasi dan berkreasi sehingga produk yang dihasilkan masih diminati dan laku," ujar Luhur dalam acara seminar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam rangka Apindo UMKM Summit 2019 sekaligus pemberian awards kepada UMKM oleh Apindo Kalimantan Selatan di Banjarmasin.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Latih Pegiat Film di Sumbar Mendirikan Koperasi

Luhur mengatakan, di era revolusi industri 4.0 ada tiga hal pokok yang perlu dipahami, yaitu teknologi, otomatisasi, dan disrupsi. Hanya saja, ia meminta supaya koperasi dan UMKM tidak perlu khawatir untuk menghadapi tantangan tersebut. "Tetapi, justru dengan adanya tantangan itulah akan ada peluang," ujarnya seperti dikutip dari wartaekonomi.

Selain itu, pelaku KUMKM juga perlu membangun dan memperkuat jaringan usaha karena jaringan usaha akan memperkuat usahanya dan saling mendukung.

"Misalnya, apabila pelaku usaha mikro atau kecil mendapatkan borongan atau pesanan dengan jumlah besar karena kekurangan produksi, maka untuk dapat memenuhi pesanan dapat bekerja sama dengan anggota jaringan lainnya, dan tentunya dengan standar dan spesifikasi yang sama," ujarnya.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Fasilitasi Pedagang Makanan Magelang Tingkatkan Produknya

Pada acara tersebut, Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) mengakui bahwa 20% PAD Kalsel merupakan sumbangan dari batu bara yang mulai dikhawatirkan akan habis dalam waktu tertentu. Oleh karena itu, menurut gubernur, agar PAD tetap terjaga, pemanfaatan sumber daya alam lainnya harus dapat dimaksimalkan.

"Koperasi dan UMKM merupakan pelaku usaha yang perlu terus dikembangkan untuk memanfaatkan potensi dan kekayaan sumber daya alam di Kalsel. Kain sasirangan yang merupakan kebanggaan masyarakat Kalsel akan terus dikembangkan," kata Sahbirin.

Dalam rangka pemberdayaan koperasi dan UMKM, ia meminta dinas koperasi dan UMKM untuk melakukan sinergi dengan para pemangku kepentingan. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: